Media Kampung, Palembang – Aktor sekaligus sutradara Dimas Anggara meluncurkan karya terbarunya di dunia perfilman horor berjudul Aplikasi Iblis. Film produksi NIH Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Mengusung genre urban supernatural horror, film ini mengombinasikan elemen horor, misteri, aksi, dan drama romantis yang dikemas dalam latar kehidupan modern yang dipenuhi teknologi digital.
Sinopsis dan Tema Film
Aplikasi Iblis menampilkan kisah Arya dan Laras, pasangan kekasih yang diperankan oleh Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch. Cerita bermula saat Laras meninggal secara tragis akibat perampokan saat pulang malam. Tidak sanggup menerima kepergian Laras, Arya menemukan sebuah aplikasi misterius yang dipercaya mampu menghubungkan manusia dengan arwah orang yang telah meninggal. Namun, penggunaan aplikasi ini justru membawa Arya ke dalam teror dan konflik yang mengancam kehidupannya, termasuk dorongan untuk melakukan balas dendam.
Film ini tidak hanya menonjolkan suasana horor, tetapi juga menyisipkan pesan moral tentang bahaya obsesi yang berlebihan dan pentingnya membuka diri terhadap orang lain. Keputusan Arya untuk menggunakan aplikasi tersebut menjadi gambaran bagaimana teknologi bisa membawa konsekuensi emosional dan psikologis yang mendalam.
Proses Produksi dan Tantangan
Bagi Dimas Anggara, Aplikasi Iblis merupakan film kedua yang disutradarai. Ia menyampaikan bahwa produksi film ini menghadirkan berbagai tantangan, namun kerja sama dengan para pemain dan tim produksi yang solid membuat proses berjalan lancar.
“Ini film kedua yang saya sutradarai. Di film ini pasti banyak tantangannya. Tapi untungnya kita didukung oleh pemain-pemain yang luar biasa,” ujar Dimas saat acara screening khusus di XXI Palembang Square Mal pada 20 September 2026.
Suami Nadine Chandrawinata ini juga menyatakan kesediaannya untuk kembali menjadi sutradara pada proyek film berikutnya.
Teknologi Digital sebagai Elemen Cerita
Salah satu keunikan Aplikasi Iblis adalah penggabungan teknologi digital ke dalam cerita horor tradisional. Aplikasi misterius yang menjadi pusat cerita menjadi simbol bagaimana teknologi dapat mempengaruhi kehidupan dan emosi manusia, termasuk dalam konteks kehilangan dan obsesi.
Film ini menampilkan pendekatan berbeda dalam genre horor dengan memasukkan aspek urban dan teknologi digital sebagai bagian dari konflik dan misteri yang dihadapi tokoh utama.
Pesan dan Konteks Sosial
Melalui film ini, Dimas Anggara menyampaikan pesan penting mengenai pengendalian obsesi dan pentingnya komunikasi dengan orang lain. Hal ini relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang semakin tergantung pada teknologi dan terkadang kehilangan keseimbangan emosional karena ketergantungan tersebut.
Film Aplikasi Iblis menjadi refleksi atas konsekuensi yang dapat muncul ketika teknologi digunakan tanpa kendali dan tanpa mempertimbangkan dampak psikologisnya.
Dengan rilisnya pada 15 Oktober 2026, film ini diharapkan dapat menarik perhatian pecinta film horor sekaligus memberikan perspektif baru tentang hubungan manusia dengan teknologi dalam konteks supernatural.














Tinggalkan Balasan