Media Kampung – PT Liga Utama Indonesia (LUI) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada 24 Agustus 2026 untuk membahas persiapan kompetisi Championship musim 2026/2027 yang akan dimulai pada 11 September 2026. RUPS ini juga membahas pergeseran kepemilikan saham seiring adanya promosi dan degradasi klub dari berbagai liga.

RUPS tahunan menyetujui agenda kegiatan, bisnis, dan keuangan yang melibatkan 21 pemegang saham, termasuk PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan 20 klub peserta musim lalu. Selain itu, RUPS Luar Biasa juga diadakan untuk menyetujui perubahan susunan komisaris dan pergantian saham dari klub promosi Liga Nusantara ke Championship serta degradasi klub dari Super League ke Championship.

Baca juga:

Di sisi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di level 6.500-an pada perdagangan 24 Agustus 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.544 dengan didukung oleh aliran dana asing, penguatan rupiah, dan pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 13 persen year-on-year pada Juli 2026. Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Kinerja saham sektor perbankan juga menunjukkan tren positif. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,9% pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 2,87%. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami penguatan masing-masing 1,69% dan 0,78%. Namun, likuiditas dan biaya pendanaan mulai menjadi perhatian di tengah penguatan ini.

Baca juga:

Selain itu, saham bank di papan pengembangan mencatatkan pergerakan yang beragam. Beberapa saham mengalami kenaikan moderat, seperti PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) dan PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), sementara beberapa lainnya masih stagnan atau mengalami penurunan kecil. Analis mengungkapkan bahwa penguatan IHSG tidak serta-merta mengangkat seluruh saham bank, karena investor masih selektif mempertimbangkan fundamental bank, kualitas aset, dan potensi pertumbuhan laba.

Perkembangan ini penting bagi para investor dan pengamat pasar saham khususnya yang memantau saham BRI dan sektor perbankan secara umum. Dengan persiapan kompetisi olahraga yang matang dan kondisi pasar keuangan yang stabil, iklim investasi di sektor perbankan dan pasar modal Indonesia menunjukkan prospek yang menarik pada paruh kedua 2026.

Baca juga: