Media Kampung – Tiga emiten milik konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), mencatat pertumbuhan kinerja keuangan positif pada semester pertama tahun 2026 meski harga komoditas mengalami volatilitas.

Kinerja keuangan ini tercermin dari laporan laba dan pendapatan yang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling menonjol dengan laba bersih sebesar US$ 473,76 juta atau sekitar Rp 8,47 triliun (kurs Rp 17.899 per dolar AS), naik 10,51% dari US$ 428,68 juta pada semester I 2025. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan pendapatan menjadi US$ 2,54 miliar dari US$ 2,39 miliar tahun sebelumnya.

Baca juga:

Kenaikan pendapatan AADI terutama berasal dari penjualan batu bara domestik serta pendapatan dari pihak berelasi. Penjualan batu bara domestik meningkat sebesar 16,49% menjadi US$ 400,43 juta, sementara penjualan ekspor batu bara menurun sekitar 2,03% menjadi US$ 1,82 miliar. Penjualan kepada pihak ketiga memberikan kontribusi terbesar dengan nilai US$ 2,22 miliar, naik tipis dari tahun sebelumnya. Selain itu, pendapatan dari penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa penunjangnya juga mulai dicatatkan sebesar US$ 44,21 juta, yang belum ada pada semester pertama 2025.

Sementara itu, saham ketiga emiten ini menunjukkan respons positif di pasar modal setelah rilis laporan keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,11% pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, dengan saham ADRO naik 6,37% ke Rp 2.840, AADI melonjak 5,87% ke Rp 10.825, dan ADMR bertambah 2,34% ke Rp 1.750.

Baca juga:

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi mencapai 48,83 miliar saham dengan frekuensi 2,37 juta kali dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 11.448 triliun. Sektor industri dan energi menjadi sektor yang mencatat kenaikan signifikan secara sektoral, mendukung sentimen positif pada saham-saham Boy Thohir tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas, tiga emiten milik Boy Thohir mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan serta menarik minat investor di pasar saham.

Baca juga: