Media Kampung, Bangkok – SET Index diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 1.570 hingga 1.630 poin pada minggu ini, dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan domestik.

Pasar saham Thailand menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi setelah harga minyak mentah WTI menembus level US$100 per barel, sementara data inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat mencatat kenaikan 5,4% YoY, melampaui perkiraan sebelumnya.

Baca juga:

Berikut beberapa pendorong utama pergerakan indeks:

  • Harga minyak WTI > US$100/barel menambah tekanan pada biaya produksi dan konsumsi.
  • PPI AS yang lebih tinggi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
  • Bank Sentral Amerika diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan 15‑16 September.
  • Proyeksi pertumbuhan GDP Thailand naik menjadi 2,5% berkat investasi sektor swasta dan ekspor yang diperkirakan tumbuh 17,8%.
  • Penyesuaian bobot indeks FTSE pada akhir pekan menambah dinamika perdagangan saham terkait.

Ganesha Bloomberg Securities (GBS) menegaskan bahwa rentang 1.570‑1.630 poin mencerminkan kombinasi tekanan eksternal dan dukungan fundamental domestik. GBS merekomendasikan investor menyesuaikan portofolio sesuai dengan alokasi sektor yang akan diuntungkan oleh FTSE Rebalance.

Baca juga:

Faktor positif seperti kebijakan pemerintah yang memperpanjang program bantuan “Thai Help Thailand Plus” dan rencana pajak baru untuk kendaraan listrik juga dapat memberikan dukungan tambahan bagi pasar.

Dengan semua variabel ini, para pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan menyesuaikan strategi investasi mereka menjelang keputusan kebijakan moneter Amerika serta penyesuaian indeks FTSE.

Baca juga: