**Media Kampung, Jakarta** –
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke 6.471,04, turun 1,08% pada perdagangan Senin (14/9/2026). Sektor energi tertekan dengan IDX Energy turun 1,64%, dan ADRO mencatat penurunan 1,43% ke level 12.050.
Data investor asing menunjukkan net sell ADRO sebesar Rp112,8 miliar selama pekan 7‑11 September, sementara AADI mencatat net buy Rp380,9 miliar. ADRO ditutup pada Rp2.640, turun 1,1% pada 11 September dan mengalami penurunan 2,9% dalam seminggu. Meskipun demikian, saham ADRO naik 4,3% dalam sebulan dan 45,8% secara year‑to‑date. Sebaliknya, AADI berakhir pada Rp12.225, turun 0,4% pada akhir pekan, namun naik 8,6% dalam seminggu, 33,2% bulanan, dan 75,2% YTD.
Perbedaan aliran dana dipengaruhi oleh fokus bisnis masing‑masing. ADRO mengembangkan batu bara metalurgi, hilirisasi mineral, jasa pertambangan, dan energi terbarukan, sedangkan AADI lebih terfokus pada batu bara termal. Perbedaan strategi ini menimbulkan sentimen yang beragam di kalangan investor asing.
| Emiten | Harga Penutupan | Perubahan Harian | Net Flow Asing | YTD |
|---|---|---|---|---|
| ADRO | Rp2.640 | -1,1% | -Rp112,8 M | +45,8% |
| AADI | Rp12.225 | -0,4% | +Rp380,9 M | +75,2% |
Investor disarankan memantau perkembangan indeks IHSG dan kebijakan energi Indonesia, karena fluktuasi sektor energi dapat memengaruhi likuiditas dan sentimen pasar secara keseluruhan.











Tinggalkan Balasan