Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami koreksi pada pembukaan perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, setelah ditutup turun tipis sebesar 0,06 persen ke level 6.518,12 pada Jumat sebelumnya. Koreksi ini dipicu oleh pola teknikal bearish doji star candle yang terbentuk, meski beberapa indikator teknikal masih menunjukkan potensi penguatan.

Analisis Teknikal IHSG

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG berpotensi menguji koreksi. Indikator seperti Moving Average 20 dan 60 hari (MA20 dan MA60), Stochastics, serta Relative Strength Index (RSI) masih memberikan sinyal penguatan. Namun, pola candlestick bearish doji star mengindikasikan adanya tekanan jual di pasar saham Indonesia.

Baca juga:

Sentimen Global dan Sinyal Hawkish The Fed

Dari sisi sentimen global, pasar mengalami tekanan setelah pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole yang terkesan hawkish. Warsh menegaskan prioritas bank sentral AS dalam menekan inflasi tetap tinggi, meningkatkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026 menjadi 59 persen, naik signifikan dari sebelumnya 35 persen menurut CME FedWatch Tool.

Kenaikan suku bunga AS berpotensi mendorong yield US Treasury dan memperkuat dolar AS, yang berdampak negatif terhadap nilai tukar rupiah serta berisiko memicu arus keluar modal asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini menambah risiko koreksi pada IHSG dengan meningkatnya risk premium di pasar emerging markets.

Baca juga:

Dampak dan Rekomendasi Saham

Meskipun dampak awal pidato Warsh cenderung negatif terhadap IHSG, analis Mirae Asset menilai sentimen tersebut belum cukup untuk mengubah tren keseluruhan IHSG menjadi bearish. Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset merekomendasikan saham-saham seperti BBRI, CTRA, dan ENRG sebagai pilihan investasi.

Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas mencatat IHSG masih mampu bertahan di atas garis MA20 meskipun mendapat tekanan aksi jual pekan lalu. Dalam skenario optimis, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.599 hingga 6.666. Namun, dalam skenario pesimistis, IHSG dapat terkoreksi ke level 6.289 sampai 6.352. Level support ditetapkan di 6.373 dan 6.272, sedangkan level resistance berada di 6.599 dan 6.705. Rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk hari ini meliputi AMRT, BUMI, INDF, dan LSIP.

Baca juga:

Kesimpulan

Kondisi pasar saham Indonesia saat ini menunjukkan adanya potensi koreksi dipengaruhi oleh sinyal hawkish dari The Fed yang meningkatkan risiko volatilitas di pasar modal domestik. Investor disarankan untuk cermat dalam memilih saham dan memperhatikan perkembangan global serta indikator teknikal guna mengantisipasi pergerakan pasar di tengah ketidakpastian tersebut.