Media Kampung – Manajer baru Manchester City, Enzo Maresca, membawa inovasi dengan memutar musik house di pusat latihan klub untuk menciptakan suasana yang lebih positif dan mendukung performa pemain. Musik elektronik genre house dan dance diperdengarkan dengan volume tinggi saat sesi latihan dan pemanasan, namun akan diredam saat latihan taktik kompleks berlangsung.

Praktik ini bukan hal baru bagi Maresca yang sebelumnya telah menerapkannya di klub Leicester dan Chelsea. Ia percaya bahwa musik membantu pemain merasa lebih rileks dan bekerja lebih efisien. Pemilihan lagu dilakukan secara bergiliran antara pemain dan staf pelatih kebugaran, yang membuat para pemain sangat antusias, bahkan beberapa pemain seperti Matheus Nunes dan Erling Haaland sangat mendukung ide tersebut.

Baca juga:

Selain inovasi musik, Maresca juga memberikan ruang bagi Antoine Semenyo yang tampil impresif di posisi baru di Man City. Semenyo berhasil mencetak dua gol dalam pertandingan melawan Sunderland dan menunjukkan fleksibilitas posisi yang dapat menggantikan striker utama jika diperlukan. Semenyo merasa nyaman dengan pendekatan dan filosofi Maresca yang membawa kesuksesan awal bagi tim.

Baca juga:

Di sisi lain, dalam pertandingan melawan Sunderland yang berakhir dengan skor 5-3, ada kontroversi terkait keputusan wasit yang menolak penalti untuk Sunderland akibat dugaan handball yang melibatkan pemain Man City, Elliot Anderson. Mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, menilai keputusan tersebut tepat karena bola mengenai tangan Anderson secara tidak sengaja saat tubuhnya berputar, sehingga tidak memenuhi unsur pelanggaran disengaja.

Baca juga:

Perubahan gaya kepelatihan dan atmosfer latihan ini menunjukkan pendekatan progresif Maresca dalam mengelola Man City, yang menggabungkan aspek psikologis dan teknis untuk memaksimalkan potensi para pemain. Pendekatan ini mendapat respon positif dari skuat dan menjadi bagian dari transformasi klub di bawah manajemen baru.