Media Kampung – Dua kecelakaan maut di perlintasan kereta api terjadi dalam waktu berdekatan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya. Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya di perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga.

Di Semarang, Jawa Tengah, sebuah sepeda motor ditabrak kereta api di perlintasan Jalan Kokrosono pada Senin (20/7/2026). Dua orang tewas, yaitu Rujito (45) dan keponakannya, Hafizh Rehan (9), yang merupakan siswa SD. Satu korban lain, Ibrahim (12), masih dirawat di rumah sakit. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah melayat ke rumah duka.

Baca juga:

Dinas Perhubungan Kota Semarang menyebut perlintasan Kokrosono sebagai jalur rawan karena geometri jalan yang curam, akses gang langsung ke rel tanpa palang, dan volume lalu lintas yang padat.

Baca juga:

Keesokan harinya, Selasa (21/7/2026), kecelakaan serupa terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Seorang pelajar MAN 1 Kota Kediri berinisial M.S. (17) tewas setelah motornya tertemper Kereta Api Dhoho jurusan Kediri-Tulungagung. Peristiwa itu terekam CCTV dan videonya viral di media sosial. Kapolsek Kras AKP Agus Salim membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga:

Kedua kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Data menunjukkan masih banyak perlintasan tanpa palang pintu dan penjaga di Indonesia, yang meningkatkan risiko kecelakaan. Pemerintah dan operator kereta api diharapkan terus melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur, sementara masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rambu saat melintasi rel.