Media Kampung – Kinerja penerimaan negara hingga akhir Semester I 2026 menunjukkan penguatan signifikan. Penerimaan pajak berhasil menembus angka Rp 1.035,7 triliun, tumbuh 24,6 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional.
Berdasarkan paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam APBN KiTa Semester I 2026, total pendapatan negara mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut setara 46,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.
Rincian Penerimaan Negara
Penerimaan perpajakan secara keseluruhan mencapai Rp 1.187,8 triliun atau tumbuh 21,4 persen. Angka ini terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.035,7 triliun yang melonjak 24,6 persen dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 145 triliun yang tumbuh 3,4 persen. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp 271 triliun atau meningkat 21,6 persen secara tahunan.
Belanja Negara dan Dampak Ekonomi
Dari sisi belanja, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.298,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah terealisasi Rp 357,4 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN masih menjalankan fungsinya sebagai instrumen fiskal untuk menjaga momentum ekonomi sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan pemerintah.
“Kinerja APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Pertumbuhan penerimaan pajak yang mencapai 24,6 persen menunjukkan perbaikan kepatuhan wajib pajak dan efektivitas kebijakan fiskal. Dengan capaian ini, pemerintah optimistis target penerimaan negara hingga akhir tahun dapat tercapai, mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.















Tinggalkan Balasan