Media Kampung – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan kinerja kuat dengan kontribusi sekitar 18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pernyataan ini sekaligus membantah anggapan bahwa Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi.
Menurut Agus, narasi mengenai deindustrialisasi yang sering muncul hanya berasal dari sebagian kecil pihak dan tidak mencerminkan kondisi nyata industri di Indonesia. Data resmi menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDB relatif stabil dalam rentang 18-19 persen selama empat tahun terakhir.
Kontribusi dan Pertumbuhan Industri Manufaktur
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal II 2026 mencatat bahwa industri pengolahan menyumbang 18,50 persen terhadap PDB nasional. Selain itu, pertumbuhan industri manufaktur pada periode yang sama mencapai 4,52 persen secara tahunan (year on year), yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Beberapa subsektor manufaktur yang mengalami pertumbuhan signifikan antara lain industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 6,51 persen, industri barang logam 8,04 persen, serta industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 6,36 persen. Industri alat angkutan dan kimia farmasi juga mencatat pertumbuhan masing-masing 5,45 persen dan 4,99 persen.
Investasi Stabil Dukung Kinerja Industri
Kementerian Perindustrian juga mencatat bahwa aliran investasi ke sektor manufaktur tetap stabil selama periode 2020 hingga 2025. Sekitar 40 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia dialokasikan ke sektor manufaktur, yang menjadi indikator positif bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor ini.
Agus menyatakan bahwa keberlangsungan investasi dan pertumbuhan manufaktur yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 menunjukkan bahwa industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Signifikansi dan Dampak Ekonomi
Kinerja industri manufaktur yang kuat berkontribusi signifikan pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tidak hanya menyumbang PDB secara besar, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan mendorong perkembangan berbagai sektor lain, seperti perdagangan dan jasa.
Menepis anggapan deindustrialisasi penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor agar terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Menteri Perindustrian menegaskan bahwa perkembangan positif industri manufaktur merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan pelaku industri yang terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar global.














Tinggalkan Balasan