Media Kampung – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak benar kabar yang menyebutkan dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Purbaya saat dikonfirmasi oleh wartawan di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
Isu pengunduran diri Purbaya muncul usai dirinya menghadiri Rapat Paripurna DPR RI yang membahas revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta pandangan fraksi-fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
Menanggapi rumor tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah adanya rencana pergantian anggota kabinet, termasuk pengunduran diri Purbaya. Prasetyo menegaskan pemerintah saat ini lebih fokus pada penguatan koordinasi antar lembaga ekonomi seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kemenko Ekonomi guna menghadapi tantangan kondisi keuangan global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Purbaya menyatakan kondisi fiskal Indonesia masih aman dengan defisit APBN yang tercatat sebesar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Mei 2026 dan pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 22 persen year-on-year. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi, termasuk dampak pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, dan semua masih dalam rentang perhitungan APBN.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa kupon surat utang pemerintah bersifat fixed rate sehingga meskipun pelemahan rupiah meningkatkan nilai pembayaran utang dalam rupiah, hal ini sudah diperkirakan dan diantisipasi melalui simulasi yang matang oleh pemerintah. Ia juga menyampaikan hasil pertemuan dengan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings untuk memaparkan kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia.
Isu pengunduran diri Purbaya sekaligus rumor penggeseran dirinya menjadi Gubernur Bank Indonesia juga dibantah langsung oleh Menteri Keuangan tersebut. Purbaya yang baru menjabat sejak September 2025 berhasil membalikkan opini publik dan menjadi salah satu menteri paling populer di kabinet dengan gaya komunikasi yang lugas dan mudah diterima masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan