Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Media Kampung – Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 25 Juli 2026. Pengunduran diri ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers bersama Anggota Dewan Gubernur BI di Kantor BI pada 27 Juli 2026. Sementara menunggu pengangkatan Gubernur BI baru, posisi tersebut diisi oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Penjabat Gubernur BI.

Keputusan Perry mundur terjadi di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS, yang saat ini mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Mundurnya Perry menandai berakhirnya masa kepemimpinannya yang dimulai sejak 2018 dan berakhir pada 2026.

Baca juga:

Kebijakan Utama yang Menjadi Warisan Perry Warjiyo di Bank Indonesia

Selama masa kepemimpinannya, Perry Warjiyo meninggalkan sejumlah kebijakan strategis yang memperkuat sistem pembayaran dan pasar keuangan nasional Indonesia. Berikut adalah beberapa kebijakan penting yang menjadi warisannya:

1. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)

Pada 2019, Perry meluncurkan QRIS, sebuah sistem yang menyatukan berbagai kode QR pembayaran dari berbagai penyedia jasa dalam satu standar nasional. Kebijakan ini memudahkan transaksi digital dan meningkatkan integrasi sistem pembayaran nasional. Lebih lanjut, BI mengembangkan QRIS Antarnegara untuk mendukung transaksi lintas batas dengan negara mitra, memperkuat konektivitas sistem pembayaran di kawasan Asia Tenggara.

2. BI-FAST

Perry juga memperkenalkan BI-FAST, sebuah sistem pembayaran ritel nasional yang memungkinkan transfer dana secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan biaya lebih rendah. Sistem ini meningkatkan efisiensi dan kecepatan transaksi keuangan di Indonesia.

3. Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)

Untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, BI memperkenalkan instrumen moneter baru yaitu SRBI. Instrumen ini bertujuan memperdalam pasar keuangan domestik, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, dan menarik aliran modal asing ke Indonesia.

Baca juga:

4. Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025-2030

Perry mendorong penyusunan BSPI sebagai peta jalan digitalisasi sistem pembayaran nasional. Blueprint ini menjadi landasan penting dalam pengembangan mata uang digital bank sentral, yaitu Rupiah Digital, yang diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi digital Indonesia.

5. Local Currency Settlement (LCS)

Perry memperluas implementasi LCS, sebuah kerangka kerja sama untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Meski LCS pertama kali diinisiasi pada 2017 bersama bank sentral Malaysia dan Thailand, pengembangan signifikan terjadi di bawah kepemimpinannya sejak 2018.

Konteks dan Dampak Kebijakan Perry Warjiyo

Kebijakan yang diterapkan Perry Warjiyo berkontribusi signifikan dalam memperkuat fondasi sistem keuangan Indonesia di era digital. Peluncuran QRIS dan BI-FAST memudahkan akses masyarakat dan pelaku usaha ke transaksi digital yang aman dan efisien. Sementara itu, pengembangan SRBI dan LCS mendukung stabilitas nilai tukar dan memperkuat posisi rupiah di pasar regional dan internasional.

Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia yang digagas Perry juga menunjukkan visi jangka panjang dalam menghadapi tantangan digitalisasi ekonomi global melalui pengembangan Rupiah Digital, sebuah inovasi yang sedang menjadi perhatian banyak bank sentral di dunia.

Baca juga:

Perkembangan Terbaru dan Langkah Selanjutnya

Dengan pengunduran diri Perry Warjiyo, tugas berat menanti penerusnya dalam melanjutkan kebijakan dan inovasi yang telah dirintis. Penjabat Gubernur BI, Destry Damayanti, akan memimpin Bank Indonesia sementara waktu hingga pengangkatan gubernur baru dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Stabilitas nilai tukar rupiah dan kelanjutan transformasi digital sistem pembayaran menjadi fokus utama yang harus dijaga oleh BI ke depan, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan regional.

Kesimpulan

Mundur sebagai Gubernur BI setelah delapan tahun memimpin, Perry Warjiyo meninggalkan warisan kebijakan penting yang memperkuat sistem pembayaran dan pasar keuangan Indonesia. Inovasi seperti QRIS, BI-FAST, SRBI, BSPI, dan perluasan LCS menjadi fondasi yang kokoh bagi Bank Indonesia dalam menghadapi era digital dan tantangan ekonomi masa depan.

Pengunduran diri Perry menandai babak baru dalam kepemimpinan BI dengan harapan kebijakan strategis tersebut dapat dilanjutkan dan dikembangkan demi kesejahteraan ekonomi nasional.