Media Kampung – Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat kuat yang digadang-gadang untuk menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry mengundurkan diri pada 26 Juli 2026. Pengunduran diri Perry yang tergolong mendadak memicu sorotan terhadap independensi BI dan dinamika politik di baliknya.

Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto. Selain Thomas, dua calon lainnya yang disebut-sebut adalah Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur BI periode 2003-2008, dan Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI yang kini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI.

Baca juga:

Profil dan Rekam Jejak Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi dan perbankan. Sebagai Deputi Gubernur BI, ia memiliki pengalaman langsung dalam pengelolaan moneter dan kebijakan ekonomi Indonesia. Hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto menambah sorotan publik terhadap pencalonannya.

Konteks Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Perry Warjiyo mengundurkan diri dua tahun sebelum masa jabatannya berakhir dengan alasan resmi “alasan pribadi”. Namun, pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan ekonomi dan politik, khususnya setelah rupiah Indonesia mencatatkan kinerja buruk di Asia pada Juni 2026 dan adanya kekhawatiran pasar terhadap independensi BI.

Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) oleh DPR yang memperkuat mandat BI untuk mendukung agenda pertumbuhan pemerintah juga menimbulkan kekhawatiran adanya intervensi politik yang dapat mengurangi independensi bank sentral.

Baca juga:

Ketegangan Internal dan Dinamika Kebijakan

Sumber internal mengungkapkan bahwa terdapat ketidaksepakatan antara Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai strategi kebijakan likuiditas dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan menginginkan likuiditas melimpah, sementara BI berupaya menjaga stabilitas nilai tukar, yang menjadi salah satu pemicu ketegangan sebelum pengunduran diri Perry.

Proses Pemilihan Gubernur BI Baru

Setelah pengunduran diri Perry, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI. Presiden Prabowo Subianto akan mengusulkan beberapa kandidat calon Gubernur BI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Hasil seleksi DPR akan direkomendasikan kepada Presiden untuk pelantikan Gubernur BI definitif.

Dampak dan Implikasi

Pengunduran diri mendadak Perry Warjiyo dan dinamika politik di sekitar pemilihan Gubernur BI baru menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan moneter Indonesia. Sejarah menunjukkan bahwa ketegangan antara pemerintah dan bank sentral dapat mempengaruhi kredibilitas kebijakan dan stabilitas ekonomi, sebagaimana pernah terjadi di beberapa negara lain seperti Turki dan India.

Baca juga:

Keputusan akhir mengenai pemimpin BI berikutnya akan sangat menentukan arah kebijakan moneter Indonesia dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Thomas Djiwandono, dengan rekam jejak sebagai Deputi Gubernur BI dan kedekatannya dengan Presiden, menjadi figur yang sangat diperhatikan dalam proses ini.