Media Kampung, Sidoarjo – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pagerngumbuk di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, pada 28 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah mengalami penangguhan operasional sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Evaluasi untuk Memperkuat Standar Pelayanan

BHS menilai langkah BGN yang menangguhkan sementara operasional ratusan SPPG merupakan bagian dari upaya pembenahan kualitas Program MBG. Evaluasi ini penting untuk memastikan seluruh SPPG di Indonesia dapat memenuhi standar pelayanan yang seragam sebelum kembali beroperasi secara penuh.

Baca juga:

Menurut BHS, kebijakan suspensi yang diambil Kepala BGN, Sudaryono, bukanlah penghentian permanen. Melainkan proses perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga dan seluruh satuan pelayanan memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

Standar Operasional dan Kualitas Pengolahan

Dalam sidak tersebut, BHS meninjau langsung seluruh proses operasional dapur di SPPG Pagerngumbuk. Pemeriksaan meliputi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sanitasi, penyimpanan bahan baku, hingga sistem rantai dingin (cold chain) guna menjaga kualitas bahan pangan.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa semua prosedur telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan BGN. Beras premium disimpan dalam ruangan dengan suhu dan kelembaban terkontrol, sementara daging ayam dan bahan pangan segar lainnya disimpan dalam freezer untuk menjaga kesegaran sebelum diolah.

Baca juga:

BHS juga menilai cita rasa makanan yang disajikan tetap lezat tanpa penggunaan penyedap rasa seperti monosodium glutamat (MSG), sehingga mendukung tujuan kesehatan anak-anak penerima manfaat program.

Peran Program MBG dalam Meningkatkan Pola Konsumsi Anak

Program MBG diharapkan dapat mengubah pola konsumsi anak-anak yang selama ini cenderung memilih makanan instan. BHS menyoroti risiko kesehatan akibat kebiasaan tersebut, termasuk obesitas, diabetes, dan penyakit tidak menular sejak usia dini.

Dengan menyediakan makanan sehat, bergizi, dan seimbang, program ini bertujuan membentuk pola makan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

Baca juga:

Prioritas Peningkatan Kualitas Layanan

Terkait usulan penambahan jumlah SPPG di berbagai daerah, BHS menilai prioritas saat ini harus diberikan pada peningkatan kualitas layanan di satuan yang sudah beroperasi. Setelah standar terpenuhi secara merata, perluasan cakupan program dapat dilakukan secara bertahap.

Pendekatan ini diharapkan membuat pelaksanaan Program MBG lebih optimal, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di seluruh Indonesia.