Media Kampung – Sepanjang Juli 2026, tercatat lima saham di Bursa Efek Indonesia melaksanakan aksi korporasi signifikan, mulai dari perubahan pengendali hingga akuisisi perusahaan di kawasan ASEAN. Aksi ini mencerminkan dinamika pasar modal yang terus bergerak, baik dari sisi ekspansi bisnis maupun restrukturisasi kepemilikan.
Dua Saham Mengalami Perubahan Pengendali
1. MBSS: Grup Daidan Lepas 82,5% ke PT Wibowo Group Capital
PT Mitra Bumi Sejahtera Tbk (MBSS) menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) antara pengendali, PT Galley Adhika Arnawama (bagian dari Grup Daidan), dengan PT Wibowo Group Capital. Transaksi ini melepas 82,5% saham MBSS. Wibowo Group Capital diduga terkait dengan Grup Gandasari yang didirikan Andy Wibowo, yang memiliki bisnis tambang bauksit dan batu bara serta perkapalan. Sebagai referensi, Grup Daidan sebelumnya membeli 82% saham MBSS di harga Rp660 per saham, sementara 51% saham pernah dilepas ke Grup INDY di harga Rp1.630 per saham.
2. AGAR: Suprajitno Sutomo Negosiasi Akuisisi 51%
PT Asia Raya Kapital Tbk (AGAR) mengumumkan negosiasi dengan Suprajitno Sutomo untuk menjual 51% saham. Suprajitno diduga terkait dengan PT Pacific Dwiyasa Paint dan merupakan Presiden Direktur PT Multipro Paint Indonesia, yang diakuisisi dari AVIA pada 2025. Ada kemungkinan aset PT Multipro Paint Indonesia akan disuntikkan ke AGAR.
Satu Saham Berpotensi Ganti Pengendali Lagi
3. ASPI: PT GMP Group Investama Masuk Negosiasi
PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) kembali membuka negosiasi dengan PT GMP Group Investama untuk mengambil alih 51% saham. Sebelumnya, rencana akuisisi oleh PT Hua Yan New Energi batal pada semester I-2026. PT GMP Group memiliki direktur bernama Desvriany Susilo, yang juga menjabat sebagai Financial Budget Controller di PT Gandasari Group Investama, mengindikasikan keterkaitan dengan Grup Gandasari. Grup Gandasari memiliki anak usaha di Banyuasin, Sumatera Selatan, yang bergerak di bidang fasilitas dermaga.
Dua Saham Lakukan Akuisisi untuk Ekspansi
4. BREN: Incar Perusahaan Panas Bumi Filipina
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengumumkan rencana akuisisi Energi Development Corp., perusahaan panas bumi terbesar di Filipina, dengan valuasi sekitar USD5 miliar. BREN telah mengajukan penawaran yang masih bersifat awal dan tidak mengikat. Energi Development Corp. memiliki kapasitas pembangkit panas bumi 1,3 GW di 16 site, lebih besar dari BREN yang baru 926 MW. Jika terealisasi, BREN akan menjadi salah satu perusahaan panas bumi besar di Asia Tenggara. Namun, investor perlu mencermati risiko keuangan: debt to equity ratio BREN mencapai 3,04 kali, meski interest coverage ratio masih aman di 3,81 kali. BREN juga baru memperoleh fasilitas pinjaman USD300 juta dari Bangkok Bank untuk proyek panas bumi Suoh Sekincau dan Hamiding.
5. MAPA: Akuisisi Direct Malaysia Sdn. Bhd. Rp2,5 Triliun
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mengakuisisi Direct Malaysia Sdn. Bhd. senilai Rp2,5 triliun untuk memperluas operasional toko Sports Direct dan USC di Indonesia dan Asia Tenggara. Nilai transaksi sekitar 605 juta ringgit, lebih tinggi dari nilai pasar yang ditetapkan KJPP sebesar 511,65 juta ringgit. Berdasarkan kinerja Direct Malaysia yang rata-rata mencetak laba bersih Rp200 miliar per tahun, akuisisi ini berpotensi mendorong laba MAPA sekitar 10-11%.
Prospek dan Risiko yang Perlu Dicermati
Aksi korporasi ini membuka peluang pertumbuhan, namun juga mengandung risiko. Perubahan pengendali dapat membawa strategi baru, sementara akuisisi memerlukan integrasi dan pendanaan yang sehat. Investor disarankan memantau perkembangan lebih lanjut, terutama terkait pendanaan dan dampak terhadap kinerja keuangan.














Tinggalkan Balasan