Media Kampung – Indeks Harga Pangan FAO mencapai tingkat tertinggi sejak akhir 2022 pada Agustus 2026, dengan kenaikan signifikan di seluruh kelompok komoditas. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca panas yang memengaruhi berbagai aktivitas di Indonesia.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) melaporkan Indeks Harga Pangan global berada pada angka rata-rata 133,3 poin pada Agustus, naik 1,9 persen dari bulan sebelumnya dan 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga terutama dipicu oleh melonjaknya harga gula sebesar 11,9 persen, yang mencapai level tertinggi sejak Juni 2025. Faktor penyebabnya antara lain cuaca panas dan kering di Uni Eropa dan sebagian Asia, penurunan produksi gula di Brasil, serta kebijakan India yang membuka impor gula mentah bebas bea.

Baca juga:

Selain gula, harga sereal juga mengalami kenaikan 2,2 persen, dengan harga gandum meningkat 2,6 persen akibat gangguan logistik ekspor di Laut Hitam dan cuaca ekstrem di Eropa. Harga jagung naik 2,5 persen seiring kekhawatiran hasil panen di Amerika Serikat dan Uni Eropa serta permintaan tinggi untuk etanol dan pakan ternak. Harga minyak nabati, daging, dan produk susu juga mengalami peningkatan selama Agustus.

Meski demikian, indeks harga pangan FAO masih 16,8 persen di bawah puncak tertinggi yang dicapai pada Maret 2022.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi menerus sejak dini hari 5 September 2026. Aktivitas erupsi berupa lava air mancur dan letusan abu dengan kolom setinggi 300 meter teramati. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif guna keselamatan. Suara dentuman akibat aktivitas gunung ini juga terdengar hingga beberapa kota seperti Bandung, Purwakarta, dan Jakarta.

Baca juga:

Dalam perkembangan lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang stasiun cuaca otomatis maritim di Pelabuhan Manado untuk memantau kondisi cuaca dan gelombang laut secara real-time, mendukung keselamatan pelayaran dan aktivitas di pelabuhan. Pemasangan alat ini menunjukkan upaya BMKG dalam meningkatkan layanan meteorologi maritim di wilayah Sulawesi Utara.

Kondisi cuaca panas juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, seperti yang terjadi di Surabaya di mana seorang kurir galon melakukan penganiayaan akibat emosi yang dipicu oleh teriknya matahari. Peristiwa ini tengah dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Cuaca panas bahkan mempengaruhi jalannya pertandingan sepak bola antara Bhayangkara dan Persebaya di Lampung. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengeluhkan kondisi cuaca yang panas dan angin kencang sehingga menyulitkan permainan, meski timnya berhasil meraih hasil imbang 1-1. Pemain dan pelatih juga menyampaikan apresiasi kepada suporter yang hadir langsung mendukung tim.

Baca juga:

Secara keseluruhan, berbagai peristiwa yang terjadi menunjukkan bagaimana kondisi cuaca, baik di skala global maupun lokal, berperan penting dalam mempengaruhi sektor pangan, keselamatan masyarakat, dan aktivitas sosial di Indonesia.