Media Kampung – 15 April 2026 | KH Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), menegaskan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat ukhuwah di antara sesama manusia, terutama menjelang akhir tahun 2023. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pertemuan internal PBNU yang dihadiri oleh para mustasyar serta tokoh agama di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2023.

Halal Bihalal, tradisi yang biasanya dilaksanakan setelah Idul Fitri, dipilih oleh KH Ma’ruf Amin sebagai wadah untuk menyembuhkan luka sosial dan memulihkan rasa persaudaraan yang sempat tergerus oleh dinamika politik serta perbedaan pandangan masyarakat. Menurut data PBNU, lebih dari 1.200 cabang organisasi di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan serupa, mencerminkan jangkauan luas gerakan ukhuwah yang ingin ditegakkan.

Dalam sambutannya, KH Ma’ruf Amin menekankan bahwa ukhuwah bukan sekadar hubungan antar‑individu, melainkan fondasi utama bagi stabilitas nasional yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Ia menambahkan, “Jika kita mampu mengulang tradisi Halal Bihalal dengan semangat saling memaafkan, maka persatuan bangsa akan terjaga dan konflik kecil tidak akan berkembang menjadi perpecahan besar.”

Sejarah Halal Bihalal di Indonesia memang telah menjadi momen penting sejak era Orde Baru, ketika pemerintah menggalakkan reuni keluarga dan kerabat sebagai simbol rekonsiliasi pasca‑perang. KH Ma’ruf Amin menyoroti bahwa nilai historis tersebut tetap relevan di era digital, di mana media sosial seringkali memicu perpecahan melalui penyebaran hoaks dan provokasi.

Penguatan ukhuwah melalui Halal Bihalal juga diharapkan dapat mendukung agenda kebangsaan yang dicanangkan oleh pemerintah, terutama dalam rangka memperkuat persatuan dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Analisis internal PBNU menunjukkan bahwa wilayah dengan partisipasi tinggi dalam acara Halal Bihalal mencatat penurunan signifikan pada laporan konflik sosial lokal selama tiga bulan setelah perayaan.

KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa agenda ini tidak bersifat sementara, melainkan menjadi bagian integral dari program jangka panjang PBNU untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan damai. Ia mengajak semua elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, organisasi pemuda, dan media, untuk berperan aktif dalam menyebarkan pesan perdamaian serta memfasilitasi dialog konstruktif.

Respon publik terhadap seruan KH Ma’ruf Amin tergambar dari meningkatnya keterlibatan warga di media sosial, di mana hashtag #HalalBihalalUkhuwah menjadi trending topic pada hari-H. Banyak komunitas lokal melaporkan bahwa acara berbuka bersama serta sesi tukar pikiran menghasilkan ikatan baru antar‑kelompok yang sebelumnya terpisah karena perbedaan politik.

Secara keseluruhan, momentum Halal Bihalal yang dipimpin oleh KH Ma’ruf Amin berhasil menumbuhkan suasana saling memaafkan dan memperkuat jaringan persaudaraan di tingkat akar rumput. Pemerintah daerah di beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat dan Sumatra Utara, berencana mengintegrasikan elemen Halal Bihalal ke dalam program kebijakan sosial mereka untuk tahun 2024.

Hingga akhir Desember 2023, laporan lapangan menunjukkan bahwa lebih dari 85 persen peserta merasa hubungan sosial mereka menjadi lebih harmonis, sementara pihak keamanan mencatat penurunan kasus kerusuhan kecil di wilayah yang mengadopsi program tersebut. KH Ma’ruf Amin menutup dengan harapan bahwa semangat Halal Bihalal akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang, menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.