Media Kampung – 15 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember melaporkan peningkatan signifikan dalam mobilitas penumpang kereta api selama Triwulan I tahun 2026, dengan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember mencatat pertumbuhan tertinggi di wilayah operasinya.
Data resmi menunjukkan bahwa selama periode Januari hingga Maret 2026, total penumpang yang menggunakan layanan kereta api di kedua kabupaten tersebut naik secara substansial, mencerminkan tren permintaan transportasi publik yang kuat di masa libur panjang dan musim mudik Lebaran.
Di Banyuwangi, pertumbuhan penumpang tercatat sebesar dua belas persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menandakan peningkatan yang dipicu oleh meningkatnya kunjungan wisatawan domestik serta kebutuhan mobilitas lokal selama liburan Tahun Baru.
Sementara itu, Kabupaten Jember mencatat kenaikan penumpang sebesar enam koma delapan persen, angka yang mencerminkan peran strategis jalur kereta api dalam menghubungkan pusat-pusat ekonomi regional dengan wilayah sekitarnya pada masa mudik Lebaran 2026.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan, “Peningkatan ini membuktikan kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Selain faktor musiman seperti libur panjang, modernisasi sarana dan pembaruan fasilitas stasiun yang kini setara dengan kota‑kota besar menjadi daya tarik utama bagi pelanggan,” ujarnya pada Selasa, 14 April 2026.
Faktor musiman, termasuk libur Tahun Baru dan periode mudik Lebaran, berperan penting dalam mendorong lonjakan penumpang, karena banyak warga memanfaatkan jaringan kereta api untuk perjalanan jarak jauh yang lebih aman dan terjangkau dibandingkan moda transportasi lain.
Selain faktor waktu, upaya modernisasi stasiun yang meliputi perbaikan fasilitas penunjang, peningkatan kebersihan, serta penyediaan layanan digital seperti pemesanan tiket daring, telah meningkatkan kenyamanan dan daya tarik kereta api di kedua kabupaten tersebut.
Kinerja tepat waktu (on‑time performance) juga mengalami perbaikan, dengan persentase keberangkatan tepat waktu meningkat lebih dari lima poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya, berkat penerapan sistem manajemen lalu lintas yang lebih canggih dan pelatihan intensif bagi masinis.
Daop 9 Jember menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan, kenyamanan, dan inklusivitas layanan, termasuk penambahan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan peningkatan kebersihan ruang tunggu di setiap stasiun.
Ke depan, KAI Daop 9 Jember akan memantau perkembangan permintaan penumpang secara real‑time dan menyiapkan langkah-langkah adaptif untuk menjaga kualitas layanan, terutama menjelang musim liburan berikutnya yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas kembali secara signifikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan