Media Kampung – Jakarta – Transformasi digital yang berlangsung cepat membuat pendekatan keamanan siber tradisional, seperti penetration test tahunan, mulai dipertanyakan efektivitasnya. Di tengah lanskap ancaman yang terus berubah, para ahli menilai bahwa pengujian setahun sekali tidak lagi cukup untuk melindungi organisasi dari risiko yang berkembang setiap hari.

Menurut Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, lingkungan digital saat ini berubah jauh lebih cepat dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan sebagian besar organisasi. “Penetration test tradisional tetap memiliki peran yang sangat penting, tetapi organisasi membutuhkan visibilitas yang lebih berkelanjutan terhadap risiko yang terus berkembang,” ujarnya.

Permukaan serangan sebuah organisasi terus berubah seiring adopsi cloud, penggunaan API, rilis fitur baru secara berkala, dan integrasi dengan pihak ketiga. Sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Sementara itu, pelaku kejahatan siber tidak bekerja berdasarkan jadwal audit; mereka secara aktif memantau kerentanan dan mengeksploitasi celah dalam hitungan jam setelah kerentanan dipublikasikan.

Kondisi ini menciptakan ketimpangan besar: organisasi memvalidasi keamanan secara berkala, sedangkan penyerang mengujinya setiap saat. Oleh karena itu, konsep continuous security validation mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Pendekatan ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas lebih baik terhadap perubahan lingkungan dan mendeteksi potensi risiko lebih awal.

ITSEC Asia meyakini masa depan offensive security terletak pada kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI). “Masa depan bukan tentang manusia melawan AI, justru kombinasi keduanya memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas lebih baik serta menjalankan validasi keamanan secara lebih konsisten,” tambah Patrick.

Sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang semakin AI-driven, PT ITSEC Asia Tbk (IDX CYBR) memperkenalkan Bronyx.ai, platform AI-powered autonomous penetration testing. Bronyx.ai dirancang untuk membantu organisasi menjalankan continuous security validation melalui kombinasi kemampuan manusia dan AI, menghasilkan pengujian lebih cepat, cakupan validasi lebih luas, serta laporan yang siap mendukung kebutuhan audit dan compliance.

Pada akhirnya, pertanyaan paling penting bukan lagi apakah sistem aman enam bulan lalu, melainkan apakah sistem tersebut masih aman hari ini. Organisasi yang ingin memahami penerapan continuous security validation dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai Bronyx.ai melalui situs resmi ITSEC Asia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.