Media Kampung, Tapanuli Utara – Pemerintah tengah berupaya memulihkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Rencana investasi sebesar USD 270 juta atau sekitar Rp 4,86 triliun disiapkan untuk mengembalikan kapasitas terpasang pembangkit ini agar dapat beroperasi optimal kembali pada tahun 2027-2028.
Upaya pemulihan ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan mengoptimalkan potensi panas bumi yang mencapai sekitar 1.100 MW di wilayah tersebut. Saat ini, kapasitas produksi PLTP Sarulla hanya sekitar 220 MW, lebih rendah dari kapasitas terpasang 330 MW akibat perubahan tekanan uap yang menjadi tantangan teknis operasional.
Rencana Investasi dan Jadwal Pemulihan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa penyelesaian proses administrasi akan dilakukan hingga Oktober 2026. Setelah itu, pemerintah akan fokus pada peningkatan kapasitas produksi untuk mencapai 330 MW pada periode 2027-2028.
Investasi sebesar USD 270 juta tersebut akan dialokasikan untuk mengembalikan kapasitas pembangkit sesuai potensi yang ada. Setelah kapasitas eksisting kembali optimal, investasi lanjutan akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung pemanfaatan potensi panas bumi yang lebih luas di wilayah Sarulla.
Profil PLTP Sarulla
PLTP Sarulla terdiri dari tiga unit pembangkit, masing-masing berkapasitas 110 MW. Unit pertama adalah Silangkitang (SIL) yang mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2017. Kemudian disusul Unit Namora-I-Langit 1 (NIL-1) pada Oktober 2017 dan Unit Namora-I-Langit 2 (NIL-2) pada Mei 2018. Pembangkit ini dioperasikan oleh Sarulla Operations Ltd. (SOL).
Signifikansi Pemulihan PLTP Sarulla
Pemulihan PLTP Sarulla penting dalam upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung pengembangan energi terbarukan. Potensi panas bumi yang besar di kawasan ini memberikan peluang strategis untuk meningkatkan pasokan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan pemulihan dan peningkatan kapasitas, PLTP Sarulla diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kebutuhan energi nasional serta mendukung target pengembangan energi bersih di Indonesia.















Tinggalkan Balasan