Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan melibatkan pondok pesantren serta para guru ngaji. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setiap tahun di wilayah tersebut.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengajak para ustaz, ustazah, dan pimpinan pondok pesantren untuk bersinergi dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan. Ajakan ini disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO belum lama ini.
Maesyal menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang bukan hanya pelanggaran hukum pidana, melainkan tragedi kemanusiaan yang bertentangan dengan nilai agama dan sosial. Ia meminta para tokoh agama untuk terus mengedukasi masyarakat tentang keharmonisan rumah tangga dan pola asuh anak.
Selain aspek edukasi, Pemkab Tangerang juga mendorong pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) diminta memperkuat sinergi lintas sektor untuk memanfaatkan lahan kosong pondok pesantren bagi kegiatan produktif, seperti budidaya hortikultura dan perikanan bioflok.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus bebas dari segala bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD dan TK se-Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026).
Intan menyebut kekerasan terhadap anak bukan persoalan sepele. Bentakan, ejekan, dan perundungan dapat meninggalkan luka psikologis yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, pendekatan penuh kasih sayang dan komunikasi positif harus menjadi budaya di dunia pendidikan.
Ia juga menyoroti peran strategis guru PAUD dan TK dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhan. Kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemangku kepentingan, menjadi kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Intan mengajak seluruh guru untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan