Media Kampung – 15 April 2026 | Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyampaikan komentarnya setelah timnya mengalami kekalahan 2‑3 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 12 April 2026. Ia menekankan bahwa meskipun hasil akhir tidak memuaskan, performa tim menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Menurut data statistik resmi liga, Bali United menguasai penguasaan bola sebesar 57 persen dibandingkan 43 persen milik Persib, sekaligus melakukan 481 operan dengan akurasi 87 persen. Sementara Persib mencatat 359 operan dengan akurasi 84 persen, menandakan keunggulan dalam distribusi bola bagi tamu.

Jansen menilai bahwa tekanan yang diberikan oleh Ricky Fajrin dan rekan‑rekan hampir mendominasi sepanjang laga, namun peluang akhir tidak dapat dimanfaatkan secara efektif. Ia menambahkan bahwa penyelesaian akhir menjadi titik lemah yang harus diperbaiki pada pertemuan berikutnya.

Di sela‑sela pembahasan taktik, Jansen mengungkap fakta mengenai Eliano Reijnders, pemain berdarah Belanda‑Indonesia yang sempat ia coba bawa ke Bali United sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Persib. “Saya sebenarnya ingin membawanya ke Bali United, tapi ia memilih Persib,” ujar Jansen dengan nada mengapresiasi pilihan sang pemain.

Reijnders, adik dari Tijjani Reijnders, sebelumnya bermain untuk PEC Zwolle di Belanda dan pernah berada di bawah asuhan Jansen selama dua musim. Jansen mengaku telah melihat kemampuan teknis dan mental Reijnders yang cukup menjanjikan selama masa kolaborasi di klub Eropa.

Karier Reijnders di Belanda tidak stabil; ia sering masuk dan keluar dari starting XI, sehingga menit bermainnya tidak konsisten. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mendorongnya mencari tantangan baru di luar Eropa, khususnya di Liga 1 Indonesia.

Menurut Jansen, keputusan Reijnders untuk memilih Persib merupakan langkah yang tepat karena memberikan peluang belajar dan pengalaman baru di lingkungan kompetitif. “Ini petualangan baru bagi Eliano, dan saya yakin ia akan tumbuh lebih baik di Persib,” tegas pelatih asal Belanda itu.

Dari sudut taktik, Bali United mencoba membangun serangan dari belakang dengan skema build‑up, berupaya menahan transisi balik cepat Persib yang terkenal efektif. Meski berhasil mengendalikan tempo, beberapa kali kehilangan bola di zona tengah menyebabkan celah pertahanan yang dimanfaatkan Persib.

Persib, di sisi lain, mengeksekusi serangan balik dengan cepat, mencetak dua gol melalui kombinasi gerakan sayap dan penyelesaian di dalam kotak penalti. Namun, Jansen menyoroti bahwa pertahanan Bali United masih rentan pada serangan cepat, sehingga perlu penyesuaian formasi.

Menutup wawancara, Jansen menegaskan komitmen tim untuk memperbaiki kekurangan dan kembali bersaing di pekan selanjutnya. Ia menutup dengan optimism, menyatakan bahwa semangat juang dan kerja keras akan menjadi kunci untuk meraih hasil positif di kompetisi Super League 2025‑2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.