Media Kampung – William Saliba menjadi salah satu sosok kunci di lini pertahanan Arsenal pada final Liga Champions UEFA 2026 yang mempertemukan Arsenal melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Puskás Aréna, Budapest, pada 30 Mei 2026. Meskipun tampil solid sepanjang pertandingan, William Saliba dan rekan-rekannya harus mengakui keunggulan PSG yang berhasil mempertahankan gelar juara lewat drama adu penalti dengan skor akhir 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Arsenal, yang musim ini tampil gemilang dengan merebut gelar Premier League setelah 22 tahun puasa gelar, menunjukkan performa bertahan yang kuat terutama berkat kontribusi William Saliba di jantung pertahanan. Saliba, yang memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan lini belakang, menjadi andalan Mikel Arteta dalam upaya menahan gempuran pemain-pemain bintang PSG seperti Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembélé.

Namun, meski pertahanan Arsenal yang dipimpin William Saliba tampil disiplin, gol cepat dari Kai Havertz pada menit ke-6 memberikan harapan besar bagi The Gunners untuk mengangkat trofi Liga Champions perdana mereka. PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembélé pada menit ke-65, yang memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan dan akhirnya adu penalti.

Dalam babak adu penalti yang menegangkan, Arsenal harus menelan pil pahit ketika Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi kesempatan penaltinya dengan baik, sementara Eberechi Eze juga melewatkan peluang emas sebelumnya. William Saliba sendiri tampil tenang dan konsisten sepanjang pertandingan, namun sayangnya keberuntungan tidak berpihak pada Arsenal di momen krusial tersebut.

PSG yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang seperti Marquinhos, Achraf Hakimi, dan Khvicha Kvaratskhelia berhasil mempertahankan gelar juara mereka untuk kedua kalinya secara beruntun, menjadi tim pertama dari Prancis yang meraih gelar Liga Champions secara back-to-back sejak Real Madrid melakukannya antara 2016 hingga 2018.

Meskipun Arsenal gagal meraih gelar, perjalanan mereka hingga final dengan pertahanan kokoh yang melibatkan William Saliba menunjukkan perkembangan positif yang signifikan. Saliba dipuji karena kemampuannya dalam membendung serangan PSG yang agresif dan kecepatannya dalam membaca permainan lawan, menjadikannya salah satu bek tengah terbaik di kompetisi ini.

Pelatih Mikel Arteta kini harus mengevaluasi performa timnya terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan besar seperti final Liga Champions. Keberadaan William Saliba memberikan fondasi pertahanan yang kuat, dan dengan pengalaman berharga dari final ini, Arsenal diharapkan dapat kembali lebih kuat di musim-musim mendatang.

Kesimpulannya, meskipun William Saliba dan Arsenal harus menelan kekalahan menyakitkan melalui drama adu penalti dari PSG, penampilan solid Saliba sebagai bek tengah menjadi titik terang bagi masa depan tim. PSG kembali membuktikan kelasnya sebagai juara bertahan dengan kemenangan yang penuh drama, sementara Arsenal harus terus berjuang untuk menggapai mimpi juara Eropa yang sudah lama dinantikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.