Media Kampung – Menteri Pariwisata, Widhiyanti Putri Wardhana, menggelar rapat koordinasi penting untuk persiapan Revalidasi Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) yang dijadwalkan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Rapat koordinasi ini diadakan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi, pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, termasuk Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Bondowoso Asad Yahya Syafii.
Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen
Revalidasi UGG dilakukan setiap empat tahun sekali untuk memastikan bahwa standar internasional terkait konservasi, edukasi, dan pengelolaan kawasan tetap terpenuhi. Evaluasi ini akan menentukan status Geopark Ijen apakah mendapatkan Green Card (status dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dalam dua tahun), atau Red Card (pencabutan status).
Menteri Pariwisata menegaskan bahwa target utama adalah mempertahankan status Green Card. Untuk itu, koordinasi antara berbagai pihak harus semakin diperkuat agar seluruh rekomendasi dari asesor UNESCO dapat segera ditindaklanjuti secara bersama.
Fokus dan Rekomendasi Penting
Widhiyanti menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus dalam rakor tersebut, yakni:
- Penguatan promosi warisan geologi Geopark Ijen.
- Peningkatan aksesibilitas dan kemitraan.
- Pengelolaan kawasan Blue Fire yang mengutamakan keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Geopark Ijen dikenal memiliki keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Selain itu, geopark ini berperan aktif dalam mendorong perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Dukungan dan Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata dalam proses revalidasi ini. Menurutnya, pengelolaan Geopark Ijen selama ini dilakukan dengan semangat menjaga warisan alam dan budaya, serta menumbuhkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Ipuk menekankan bahwa pengakuan UNESCO bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Peran Badan Pengelola Geopark Ijen
Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baras, menjelaskan bahwa terdapat lima rekomendasi utama dari UNESCO yang menjadi perhatian dalam pengelolaan geopark, antara lain:
- Penguatan riset dan pemetaan geologi.
- Peningkatan promosi warisan geologi.
- Penambahan panel informasi edukatif di area geopark.
- Keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.
Semua rekomendasi tersebut telah dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.
Signifikansi Revalidasi bagi Geopark Ijen
Geopark Ijen merupakan salah satu dari 12 jaringan geopark di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2024. Geopark ini juga mendapat predikat sebagai geopark terbaik di Indonesia. Revalidasi UNESCO Global Geopark menjadi langkah penting untuk menjaga reputasi dan keberlanjutan geopark tersebut di kancah internasional.
Keberhasilan mempertahankan status Green Card tidak hanya menjaga pengakuan internasional, tetapi juga memastikan pengelolaan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.















Tinggalkan Balasan