Media Kampung, Banyuwangi – Warga Banyuwangi menghadapi kesulitan dalam mendapatkan elpiji 3 kg selama beberapa hari terakhir akibat kelangkaan yang terjadi sejak 29 Agustus 2026. Banyak pangkalan dan sub pangkalan di kota ini dilaporkan kehabisan stok, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan gas subsidi yang penting untuk memasak sehari-hari.
Kondisi ini membuat warga seperti Sofia dari Kelurahan Sobo harus berkeliling ke berbagai pangkalan tanpa hasil. Ia mengungkapkan bahwa di banyak tempat elpiji 3 kg kosong sehingga sulit didapatkan. Kelangkaan ini tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga mengganggu kegiatan rumah tangga dan usaha mikro yang bergantung pada elpiji subsidi.
Penyebab Kelangkaan dan Upaya Penanganan
Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Heni Sugiharti, menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji 3 kg ini disebabkan oleh kendala teknis dalam pengisian tangki dan pendistribusian dari tangki ke Stasiun Pengisian Bahan Energi (SPBE) di Banyuwangi. Gangguan ini menghambat suplai gas ke wilayah tersebut.
Untuk mengatasi situasi ini, Pertamina mengirim delapan tangki elpiji dari Gresik dengan kapasitas 15 ribu kilogram per tangki, yang setara dengan pengisian sekitar 3.920 tabung elpiji 3 kg. Namun, suplai ini belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga Banyuwangi secara menyeluruh.
Heni menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya agar kuota elpiji untuk Banyuwangi segera terpenuhi. Ia berharap kendala teknis dapat segera diselesaikan agar distribusi elpiji kembali lancar dan ketersediaan gas subsidi dapat memenuhi permintaan masyarakat.
Signifikansi dan Dampak Kelangkaan
Elpiji 3 kg merupakan bahan bakar utama bagi banyak rumah tangga dan pelaku usaha mikro di Banyuwangi. Kelangkaan ini berpotensi menimbulkan gangguan dalam kegiatan memasak sehari-hari dan operasional usaha kecil yang bergantung pada gas subsidi tersebut. Selain itu, situasi ini dapat meningkatkan risiko penggunaan bahan bakar alternatif yang kurang aman dan tidak efisien.
Pemerintah daerah bersama Pertamina diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah teknis distribusi agar pasokan elpiji 3 kg dapat kembali normal. Langkah ini penting untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa gangguan di masa mendatang.













Tinggalkan Balasan