Media Kampung – Pemerintah Malaysia mengumumkan peningkatan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 September 2026 sebagai langkah untuk mengurangi beban biaya hidup masyarakat di tengah kenaikan harga energi global.
Kenaikan Kuota BBM Subsidi
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan bahwa kuota bensin bersubsidi akan dinaikkan dari 200 liter menjadi 300 liter per bulan. Sementara itu, kuota diesel bersubsidi juga bertambah dari 300 liter menjadi 400 liter per bulan. Penambahan kuota diesel ini diperkirakan akan membantu sekitar 500 ribu pengguna.
Anwar menyatakan bahwa kebijakan ini akan menguntungkan sekitar 16 juta warga Malaysia yang menggunakan BBM bersubsidi.
Latar Belakang Kebijakan
Kebijakan ini merupakan respons pemerintah setelah memangkas kuota BBM bersubsidi di awal tahun 2026 sebagai dampak dari konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga energi. Kenaikan tersebut meningkatkan beban subsidi pemerintah Malaysia, yang saat ini mencapai sekitar 40 miliar ringgit atau sekitar USD 9,9 miliar berdasarkan kuota yang berlaku.
Harga bensin bersubsidi saat ini dipatok sebesar 1,99 ringgit per liter, hampir setengah dari harga pasar yang mencapai 3,82 ringgit per liter. Diesel bersubsidi dijual seharga 2,10 ringgit per liter, jauh di bawah harga pasar sebesar 4,72 ringgit per liter.
Dampak Politik dan Ekonomi
Kebijakan peningkatan kuota BBM subsidi ini diumumkan di tengah tekanan politik yang dihadapi pemerintahan Anwar Ibrahim setelah kekalahan koalisi Pakatan Harapan dalam pemilihan negara bagian di Johor dan Negeri Sembilan dalam dua bulan terakhir. Tekanan politik ini juga berhubungan dengan persiapan pemilihan umum yang harus digelar paling lambat awal 2028.
Selain kebijakan BBM subsidi, pemerintah juga menaikkan batas omzet tahunan perusahaan yang wajib menerapkan sistem faktur elektronik (e-invoicing) dari sebelumnya 1 juta ringgit menjadi 3 juta ringgit, yang merupakan respons terhadap keluhan pelaku usaha kecil.
Persiapan Anggaran 2027
Anwar dijadwalkan menyampaikan anggaran Malaysia tahun 2027 pada 9 Oktober 2026. Dalam anggaran tersebut, diperkirakan akan ada kebijakan tambahan yang bertujuan membantu rumah tangga menghadapi tekanan biaya hidup sekaligus memperkuat dukungan terhadap pemerintah.














Tinggalkan Balasan