Media Kampung – 15 April 2026 | Kiai Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa dakwah organisasi tidak boleh dijadikan sarana pencapaian eksistensi pribadi.
Pernyataan itu disampaikan pada acara Halal Bihalal dan Konsolidasi Program Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang berlangsung di Pusdiklat Tabligh Institute Muhammadiyah, Yogyakarta, pada 11 April 2026.
“Bermuhammadiyah bukan untuk membangun eksistensi personal – menjadi terkenal secara personal, melainkan harus dibingkai nilai keimanan sebagai pondasi menjalankan amanah,” tegasnya dalam sambutan.
Sejak didirikan pada 1912, Muhammadiyah telah menekankan semangat kolektivitas dan pelayanan masyarakat, menjauhkan diri dari kepentingan pribadi dalam setiap aktivitas keagamaan.
Namun, era digital menimbulkan tantangan baru, di mana banyak aktivis keagamaan berusaha menonjolkan diri melalui media sosial dan branding pribadi.
Kiai Saad mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus tetap selaras dengan prinsip kejujuran, kerendahan hati, dan tujuan kolektif organisasi.
Ia menekankan pentingnya memelihara amanah yang dipercayakan kepada setiap anggota, agar tindakan mereka mencerminkan integritas Muhammadiyah secara keseluruhan.
Peserta Majelis Tabligh mencatat bahwa pesan tersebut memberikan perspektif baru dalam menilai motivasi pribadi versus kepentingan bersama.
Beberapa anggota mengaku pernah mengalami tekanan untuk menonjolkan diri dalam kegiatan dakwah, namun kini mereka berkomitmen kembali pada nilai keimanan yang lebih mendasar.
Kiai Saad menambahkan bahwa penyalahgunaan platform digital untuk kepentingan pribadi dapat merusak citra Muhammadiyah di mata publik.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk meningkatkan literasi media, sehingga pesan dakwah tetap autentik dan tidak terdistorsi oleh agenda pribadi.
Program lanjutan berupa pelatihan etika digital dan workshop penulisan konten keagamaan dijadwalkan akan dilaksanakan pada kuartal berikutnya di beberapa cabang daerah.
Dengan langkah tersebut, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat identitas kolektifnya dan menegakkan amanah dakwah yang berlandaskan keimanan, bukan eksistensi personal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan