Media Kampung – Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan dalam pelaksanaan Hari Tasyrik tahun ini, di mana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat melakukan pemeriksaan terhadap daging kurban yang disembelih. Sebanyak 2.313 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 1.065 ekor sapi dan 1.248 ekor domba serta kambing, diperiksa di 288 titik pemotongan.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Tim gabungan masih terus melakukan pemeriksaan hingga berakhirnya Hari Tasyrik pada Sabtu (30/5).
Gin Gin menambahkan, dari total hewan yang diperiksa, hanya ditemukan beberapa kasus yang tidak layak konsumsi, seperti adanya cacing hati dan kerusakan pada paru-paru hewan. Jika ditemukan kelainan, organ tersebut harus dibuang untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Hari Tasyrik, yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, merupakan waktu di mana umat Islam tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Ini adalah saat yang tepat untuk menikmati hidangan kurban dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
Dalam hal ini, pemeriksaan daging kurban menjadi langkah penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat. Keberhasilan tim pemeriksa dalam mendeteksi hewan yang sehat juga menunjukkan komitmen Pemkot Bandung untuk memastikan kesejahteraan masyarakat.
Sejalan dengan itu, Kementerian Haji dan Umrah RI juga siaga dalam merespons situasi darurat di Mina, mengingat pentingnya kesehatan dan keselamatan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung bersamaan dengan Hari Tasyrik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan