Media KampungHari Tasyrik adalah tiga hari penting dalam kalender Islam yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, setelah perayaan Idul Adha. Pada hari-hari ini, umat Islam dilarang untuk berpuasa dan dianjurkan untuk menikmati makanan serta memperbanyak zikir.

Istilah Tasyrik berasal dari kata “tasyrîq”, yang berarti menjemur daging di bawah sinar matahari. Tradisi ini merupakan kebiasaan masyarakat Arab di masa lalu untuk mengawetkan daging kurban, sebelum adanya teknologi pendingin. Oleh karena itu, Hari Tasyrik menjadi waktu yang tepat untuk mengonsumi daging kurban dan bersyukur atas nikmat yang diberikan.

Komandan intelijen Hamas Mohammad Odeh tewas bersama istri dan tiga anak dalam serangan Israel
Baca juga:
Komandan intelijen Hamas Mohammad Odeh tewas bersama istri dan tiga anak dalam serangan Israel

Selama Hari Tasyrik, umat Islam tidak diperbolehkan melakukan puasa, baik puasa sunnah maupun wajib. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Dengan kata lain, hari-hari ini merupakan waktu untuk bersuka cita dan menikmati hasil ibadah qurban.

Hukum Tidur Seharian Saat Puasa di Bulan Ramadhan: Sah atau Batal? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Baca juga:
Hukum Tidur Seharian Saat Puasa di Bulan Ramadhan: Sah atau Batal? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Pada tahun 2026, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 28 hingga 30 Mei. Dengan demikian, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan waktu ini untuk beribadah dengan cara yang sesuai, seperti memperbanyak dzikir dan melakukan amal kebaikan lainnya.

Delapan Rupang Dewa-Dewi dari Berbagai Daerah Disatukan di Hoo Tong Bio Banyuwangi
Baca juga:
Delapan Rupang Dewa-Dewi dari Berbagai Daerah Disatukan di Hoo Tong Bio Banyuwangi

Dengan memahami makna dan aturan yang berlaku pada Hari Tasyrik, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan baik dan penuh kesadaran. Hari Tasyrik bukan hanya sekadar hari biasa, melainkan waktu yang penuh berkah dan hikmah.