Media Kampung – Komandan intelijen Hamas, Mohammad Odeh, tewas bersama istri dan tiga anaknya dalam serangan udara Israel di Gaza pada Selasa (26/5/2026) menjelang Idul Adha. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sayap militer Hamas di wilayah utara Jalur Gaza.

Militer Israel (IDF) menyatakan operasi itu ditujukan untuk mengeliminasi pemimpin sayap bersenjata Hamas, sementara Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan keberhasilan penembakan Odeh. Menurut laporan rumah sakit al‑Shifa, minimal lima orang termasuk Odeh, istrinya, dan tiga anaknya meninggal, dengan 12 luka‑luka.

Trump Sebut Israel dan Iran Sepakat Menahan Diri Selama Sepekan Usai Negosiasi
Baca juga:
Trump Sebut Israel dan Iran Sepakat Menahan Diri Selama Sepekan Usai Negosiasi

Hamas mengonfirmasi kematian Odeh dan keluarganya serta menyebutnya sebagai kepala staf Brigade Al‑Qassam yang berperan sejak tiga dekade lalu. Ribuan warga Gaza menghadiri pemakaman mereka; jenazah dibungkus bendera hijau Hamas dan diarak dari masjid ke pemakaman di kota.

Rakyat Palestina Gelar Demo di Ramallah Tolak Undang-Undang Hukuman Mati Israel
Baca juga:
Rakyat Palestina Gelar Demo di Ramallah Tolak Undang-Undang Hukuman Mati Israel

Serangan tambahan pada Rabu malam menewaskan tujuh orang lagi, termasuk dua anak dan seorang perempuan, serta melukai lebih dari 20 orang, memperparah krisis kemanusiaan. PBB memperkirakan sekitar 90 persen dari dua juta penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada bantuan darurat.

Negosiasi Mandek, AS dan Israel Persiapkan Serangan Militer Baru ke Iran Minggu Depan
Baca juga:
Negosiasi Mandek, AS dan Israel Persiapkan Serangan Militer Baru ke Iran Minggu Depan

Kejadian ini menambah deretan pemimpin Hamas yang dibunuh Israel sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, dengan Odeh menjadi pemimpin keempat sayap militer yang tewas. Israel berjanji akan terus memburu para komandan Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.