Media Kampung – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan damai yang baru dicapai dengan Lebanon sebagai hari bersejarah bagi Israel. Dalam konferensi pers di Yerusalem pada 10 Agustus 2025, Netanyahu menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan hasil negosiasi langsung dan menjadi pukulan telak bagi Iran dan Hizbullah.
“Kemarin, kita mencapai kesepakatan bersejarah untuk Israel usai negosiasi langsung dengan Lebanon. Ini adalah pukulan telak untuk Iran dan Hizbullah,” kata Netanyahu, dilansir AFP pada Sabtu (27/6/2026).
Namun, optimisme Netanyahu tidak dibagikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir. Menteri berhaluan kanan jauh itu menilai pemerintah Lebanon tidak dapat dipercaya untuk melucuti Hizbullah. “Kesepakatan ini adalah kesalahan besar. Kita memang keluar dari teritori (selatan Lebanon) untuk sekarang, tapi Lebanon tak akan melucuti Hizbullah,” ujar Ben Gvir.
Ben Gvir menambahkan bahwa pemerintah Lebanon diisi oleh menteri-menteri dari Hizbullah, sehingga tidak bisa diandalkan. “Hanya tentara Israel yang bisa, dan menghancurkan Hizbullah, tak ada pihak lain yang akan melakukannya untuk kita,” tegasnya.
Kesepakatan ini dimediasi oleh Amerika Serikat dan diharapkan dapat membawa stabilitas di kawasan perbatasan Israel-Lebanon. Meski demikian, perbedaan pandangan di internal pemerintah Israel menunjukkan bahwa implementasi perjanjian masih menghadapi tantangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan