Media Kampung – PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) telah memasuki periode ex-right dari right issue yang menyebabkan harga teoritis saham menjadi Rp1.063 per lembar. Ini menjadi momen penting bagi investor untuk merumuskan strategi dalam berinvestasi pada saham ENRG.
Ringkasan Kunci
- ENRG menghimpun dana sebesar Rp4,12 triliun melalui rights issue untuk pengembangan aset migas.
- Alokasi terbesar dana akan diterima oleh EMP Bentu, dengan peningkatan produksi di Bentu dan Malacca Strait menjadi faktor penentu keberhasilan penggunaan dana.
- Kenaikan laba harus diimbangi dengan pengawasan terhadap utang dan arus kas.
Proyeksi Kinerja
Dalam skenario dasar yang diproyeksikan oleh Mikirduit, laba bersih ENRG diperkirakan mencapai US$102,8 juta pada 2026 dan US$142 juta pada 2027. Realisasi laba tersebut bergantung pada beberapa faktor, termasuk produksi, harga jual migas, beban keuangan, dan pajak.
Analisis Harga Saham
Harga pelaksanaan saham baru di Rp310 tidak serta merta menjadikan saham ENRG murah. Investor disarankan untuk menghitung harga ENRG-R ditambah biaya penebusan, dan membandingkannya dengan harga saham di pasar serta estimasi valuasi yang berkisar antara Rp627 hingga Rp973 per saham berdasarkan skenario 2026-2027.
Strategi Investasi
ENRG berencana menerbitkan 13,28 miliar lembar saham baru di harga Rp310 per saham, dengan rasio right issue sebesar 21, di mana pemilik 2 saham lama akan mendapatkan 1 saham baru. Dana yang diperoleh dari right issue ini akan digunakan untuk pinjaman kepada anak usaha, di mana EMP Bentu menerima alokasi terbesar sebesar Rp2,25 triliun.
Pemulihan Produksi
Meskipun produksi gas di Bentu mengalami penurunan sebesar 18,46% pada kuartal I 2026, diperkirakan produksi akan pulih dengan kenaikan antara 10-15%, mencapai 86 – 90 juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD) pada 2026. Konversi ini setara dengan sekitar 81,7 – 94,5 Billion British Thermal Unit per day (BBTUD).
Namun, hingga kuartal I 2026, produksi Bentu tercatat turun 18,5% menjadi 63,6 BBTUD. Dengan asumsi pemulihan, produksi Bentu dapat pulih ke kisaran 78 BBTUD – 90 BBTUD, memberikan potensi kenaikan produksi gas sekitar 7,9% – 14,5%.
Peluang di Blok Malacca Strait
Selain fokus pada Bentu, ENRG juga mengejar pertumbuhan di Blok Malacca Strait. Peningkatan kinerja di blok ini menjadi bagian dari strategi keseluruhan perusahaan dalam meningkatkan kontribusi kepada pendapatan dan laba bersih.














