Media Kampung – Prediksi terbaru dari Scope Ratings menunjukkan bahwa utang Amerika Serikat (AS) dapat mencapai 160% dari produk domestik bruto (PDB) dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada pertumbuhan ekonomi yang signifikan atau penyesuaian fiskal yang berarti. Hal ini diungkapkan dalam laporan yang dirilis pada 4 Oktober 2026.
Defisit anggaran yang terus membengkak dan utang yang meningkat membuat kondisi fiskal AS semakin rentan terhadap perubahan sentimen investor. Scope Ratings mempertahankan peringkat kredit AS di level AA-, tiga tingkat di bawah peringkat tertinggi, dengan prospek stabil. Namun, perusahaan pemeringkat ini menegaskan bahwa kebijakan penambahan utang tidak dapat berlanjut tanpa adanya langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan atau mengurangi belanja.
Menurut Scope, dinamika utang yang tidak menguntungkan akan terus berlanjut tanpa adanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. “Tren ini menunjukkan jalur fiskal jangka menengah yang tidak berkelanjutan dan membuat pemerintah semakin rentan terhadap perubahan sentimen pasar,” tambah Scope dalam pernyataannya.
Perusahaan ini juga memperingatkan bahwa biaya pembayaran bunga bersih diperkirakan akan mencapai tingkat yang sangat tinggi pada tahun 2031. Mereka menyoroti risiko kebuntuan Kongres AS yang akan datang mengenai batas plafon utang, yang dapat mempengaruhi stabilitas fiskal negara tersebut.
AS saat ini tidak lagi memiliki peringkat kredit tertinggi dari lembaga pemeringkat utama setelah Moody’s Ratings menurunkan peringkat negara tersebut tahun lalu. Meskipun pandangan Scope terhadap kondisi fiskal AS dianggap pesimistis, pendekatan mereka berbeda dengan lembaga pemeringkat lain seperti Fitch Ratings, yang berpendapat bahwa penurunan peringkat lebih lanjut akan menjadi hal yang tidak biasa dalam waktu dekat.
Dengan utang yang terus meningkat, tantangan yang dihadapi oleh pemerintah AS akan semakin kompleks, dan langkah-langkah strategis perlu diambil untuk menghindari dampak yang lebih besar terhadap perekonomian.














