Media Kampung, Bali – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah membawa perubahan signifikan bagi kegiatan pengolahan sampah di Desa Keliki, Bali. Sebelumnya, aktivitas di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di desa tersebut sangat bergantung pada listrik konvensional, yang membuat tagihan listrik melonjak tinggi. Namun, dengan hadirnya PLTS melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) dari Pertamina, proses ini menjadi lebih efisien.
Gede Adnyana, seorang Local Hero Pertamina dari DEB Keliki, menjelaskan bahwa sebelum menggunakan PLTS, tagihan listrik bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah per bulan. Sekarang, dengan sistem pulsa, mereka hanya perlu mengisi token listrik sebesar dua ratus ribu rupiah, yang bisa bertahan hingga tiga bulan. Hal ini menghemat biaya listrik hingga Rp 21 juta per tahun.
Selain itu, kelompoknya juga mendapatkan bantuan alat pencacah, mesin pres untuk sampah non-organik, dan sumur bor dari Pertamina, serta pendampingan berkelanjutan. Gede menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat tentang pemisahan sampah dari sumbernya. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah untuk dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah.
Proses pengolahan sampah organik melibatkan pencacahan, fermentasi, dan pencampuran dengan mikroorganisme lokal. Setiap dua minggu, kompos tersebut disemprot dan dibalik secara manual, menggunakan tenaga listrik dari PLTS. Proses ini memakan waktu sekitar tiga bulan hingga kompos siap dipanen dan dapat dimanfaatkan, baik untuk dijual kepada pelaku usaha maupun dibagikan gratis kepada petani sekitar.
Melalui dukungan Pertamina, program DEB juga memberikan manfaat lebih luas bagi Desa Keliki. Gede mencatat bahwa keberadaan program ini turut meningkatkan sektor pariwisata di daerahnya. Meskipun dekat dengan Ubud, sebelumnya Desa Keliki kurang dikenal. Namun, dengan adanya kegiatan Pertamina di desa tersebut, jumlah kunjungan wisatawan meningkat.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, menambahkan bahwa program DEB tidak hanya tentang penyediaan energi bersih, tetapi juga menggerakkan ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan membangun kemandirian mereka.














