Media Kampung, Cilacap – Rato, seorang Local Hero Pertamina, telah menemukan cara inovatif untuk membantu eks-Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan eks-Anak Buah Kapal (ABK) membangun kembali kehidupan mereka di kampung halaman melalui budidaya kepiting cangkang lunak. Menyadari tantangan yang dihadapi para eks-PMI yang kembali tanpa pekerjaan, Rato menginisiasi program Kampung Kepiting yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kita memang mengawalinya karena ada permasalahan yaitu banyak eks-PMI dan juga eks-ABK. Ketika mereka sudah tidak menjadi PMI, menjadi permasalahan tersendiri. Dengan kehadiran program di Kampung Kepiting, menambah nilai ekonomi yang tadinya tidak punya penghasilan sekarang bisa mendapatkan penghasilan,” jelas Rato dalam wawancaranya.
Dengan dukungan dari Pertamina melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), yang menyediakan panel surya serta peralatan budidaya, Rato dan kelompoknya berupaya membuktikan bahwa peluang untuk hidup lebih baik dapat ditemukan di kampung sendiri. Rato, yang merupakan lulusan D3 Perikanan, telah berpengalaman dalam usaha budidaya kepiting dan ikan, serta memiliki usaha kuliner bernama Warung Sifu yang sudah ada sejak 2012.
Melihat banyaknya eks-PMI dan eks-ABK yang ingin kembali bekerja namun kesulitan menemukan peluang, Rato berinisiatif untuk mengorganisasi masyarakat dalam kelompok budidaya. “Saya tularkan ke kelompok, karena melihat banyak yang mungkin mereka masih mau bekerja tapi tidak ada peluang, saya arahkan mereka ke kelompok. Bahkan ada salah satu koki sudah buka warung makan juga di kota,” tambahnya.
Kini, Rato tidak hanya fokus pada budidaya kepiting cangkang lunak, tetapi juga mengintegrasikan usaha tersebut dengan sektor wisata. Kelompok yang dibentuknya menawarkan berbagai program, termasuk usaha kuliner terintegrasi, pemancingan, dan susur sungai untuk para pengunjung. Inovasi lebih lanjut dalam budidaya kepiting juga telah diimplementasikan dengan pengembangan rumah susun kepiting berbasis energi (Rusun Tinggi), yang memungkinkan budidaya yang lebih efisien dan produktif.
Melalui upaya Rato, para eks-PMI tidak hanya mendapatkan peluang ekonomi, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung dan berdaya saing. Dengan semangat kewirausahaan dan inovasi, Rato dan kelompoknya menunjukkan bahwa kehidupan yang lebih baik bisa dicapai dengan memanfaatkan potensi lokal.














