Media Kampung – Harga minyak mentah Brent merosot ke bawah USD 100 per barel setelah negara-negara G7 mengumumkan rencana untuk melepaskan cadangan bahan bakar dan minyak mentah dalam jumlah besar. Langkah ini diambil untuk meredakan lonjakan harga energi yang semakin membebani ekonomi global.
Negara-negara G7, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, dan Prancis, sepakat untuk melepaskan 100 juta barel diesel, bensin, dan minyak mentah dari cadangan darurat mereka selama empat bulan ke depan. Upaya ini bertujuan untuk menahan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar.
Para pemimpin G7 juga sepakat untuk menghindari pembatasan ekspor energi di antara anggota G7 dan menyerukan negara-negara penghasil minyak untuk tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk ketegangan pasar. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan melarang ekspor diesel dari AS jika negara-negara Eropa tidak mengeluarkan cadangan energi mereka ke pasar.
“Eropa baru saja setuju untuk melepaskan sejumlah besar stok minyak diesel mereka. Prosesnya akan segera dimulai,” tulis Trump melalui akun media sosialnya.
Setelah pengumuman tersebut, harga minyak mentah Brent sebagai patokan global sempat turun di bawah USD 100 per barel, sebelum kembali menguat ke kisaran USD 102 per barel pada Jumat malam. Sebagai perbandingan, sebelum AS dan Israel menginvasi Iran, harga minyak Brent berada di kisaran USD 73 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan AS diperdagangkan di dekat level USD 92 per barel pada Jumat, setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam sebulan di level USD 88,06 per barel pada awal sesi perdagangan.














