Media Kampung – 14 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penanganan rehabilitasi sawah terdampak bencana di Padang Pariaman masih berjalan lambat, lalu memberikan ultimatum satu bulan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikannya.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 14 April 2024, saat Menteri Amran melakukan kunjungan langsung ke Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kunjungan ini bertujuan memantau progres pemulihan lahan pertanian seluas sekitar 7.000 hektare yang rusak akibat banjir dan tanah longsor.

“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat,” ujar Mentan Amran dalam wawancara singkat di lokasi.

Menteri menambahkan bahwa pencairan dana dari pemerintah pusat telah dilakukan secara cepat begitu permintaan daerah diajukan, namun proses pelaksanaan di tingkat provinsi dan kabupaten terhambat oleh birokrasi yang berlapis serta koordinasi yang kurang efektif.

“Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki,” tegas Amran, menyoroti perlunya penyederhanaan prosedur administratif.

Dalam rangka mempercepat rehabilitasi, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus selesai dalam maksimal satu bulan. “Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kita pindahkan ke daerah yang lebih siap,” ia memperingatkan pejabat daerah.

Ia juga menekankan bahwa penanggung jawab di lapangan tidak boleh meninggalkan proyek sebelum semua pekerjaan tuntas. “Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir,” pungkasnya.

Observasi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian petani baru mulai menggarap sawah pada hari kunjungan, menandakan keterlambatan dalam penyediaan alat berat dan material. “Jangan sampai alat berat turun hanya saat kita datang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ini pelayan rakyat, tugas kita memastikan mereka bisa segera kembali tanam dan berproduksi,” ujar Mentan Amran.

Meski demikian, Menteri Amran menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memulihkan seluruh lahan pertanian yang terdampak, selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa semua sawah rusak harus direhabilitasi hingga kembali produktif.

Untuk mempercepat proses, Kementerian Pertanian telah mengerahkan dukungan lintas sektoral, termasuk kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk perbaikan jaringan irigasi, serta penyediaan mesin pertanian modern bagi petani.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa beberapa unit alat berat telah tiba di lokasi, namun masih diperlukan koordinasi intensif antara dinas pertanian provinsi, dinas pekerjaan umum, dan pemerintah kabupaten agar distribusi dan penggunaan alat dapat berjalan tanpa jeda.

Jika target satu bulan tidak tercapai, pemerintah pusat siap mencabut bantuan lanjutan dan mengalihkan sumber daya ke daerah yang lebih siap melaksanakan program rehabilitasi, guna memastikan efektivitas penggunaan dana publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.