Media Kampung, Purwakarta Sumarna, seorang petugas keamanan atau satpam di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol pada Jumat pagi, 24 Juli 2026. Sebelum ditemukan meninggal, ia sempat menegur sekelompok orang yang melakukan vandalisme di area waduk yang merupakan objek vital nasional.

Kronologi kejadian bermula saat rekan kerja Sumarna mendapati pos jaga dalam keadaan kosong pada Kamis malam, 23 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Sepeda motor korban masih terparkir rapi di lokasi, namun Sumarna tidak merespon panggilan telepon. Pencarian dilakukan setelah perangkat handy talky miliknya ditemukan tergeletak di atas perahu di sekitar waduk.

Baca juga:

Pada Jumat pagi, tubuh Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur dengan kondisi tangan terborgol ke belakang. Polisi segera mengamankan lokasi dan mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab kematian masih didalami dan otopsi telah dilakukan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Fakta Terkait Kasus Kematian Sumarna

  • Sumarna berusia 40 tahun dan bertugas sebagai satpam di Waduk Jatiluhur.
  • Sebelum hilang, ia sempat menegur kelompok pelaku vandalisme yang mencoret-coret tanggul waduk.
  • Rekan kerjanya menemukan pos jaga kosong dan tidak ada kabar dari Sumarna sejak Kamis malam.
  • Handy talky milik korban ditemukan tergeletak di perahu dekat lokasi.
  • Jenazah ditemukan pada Jumat pagi dengan kondisi tangan terborgol di belakang.
  • Polisi masih menyelidiki motif kematian dan keterkaitan dengan aksi vandalisme belum dapat dipastikan.
  • Isi pesan terakhir Sumarna kepada istrinya hanya terkait tugas jaga, bukan mengenai vandalisme.
  • Status WhatsApp yang memperlihatkan aksi vandalisme bukan dibuat oleh korban, melainkan oleh rekannya.

Konteks dan Perkembangan

Warga setempat mengungkapkan bahwa Sumarna dikenal sangat berdedikasi dalam menjaga kawasan waduk dari perusakan. Aksi vandalisme berupa coretan di tanggul waduk terjadi pada Rabu malam dan diduga kembali dilakukan oleh kelompok yang sama keesokan harinya. Namun, polisi menegaskan bahwa keterkaitan kematian Sumarna dengan teguran terhadap pelaku vandalisme masih dalam tahap penyelidikan dan belum dipastikan menjadi motif utama.

Baca juga:

Keluarga korban, terutama istri Sumarna, menyatakan kesedihan mendalam atas kehilangan yang tiba-tiba ini. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini dengan seksama demi keadilan dan keamanan kawasan waduk.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena kondisi korban yang ditemukan dengan tangan terborgol dan keberadaan rekaman vandalisme yang sempat beredar. Pihak berwenang terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap fakta di balik kematian tragis satpam tersebut.

Baca juga:

Publik diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses penyelidikan agar kebenaran dapat terungkap secara obyektif dan bertanggung jawab.