Media Kampung – Dea Arranoya, putri dari mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. Nevirizal, menjadi sorotan publik karena unggahan gaya hidup mewahnya yang viral di media sosial. Aksi flexing yang memperlihatkan kehidupan mewah tersebut menuai kecaman luas dan berdampak pada pengunduran diri sang ayah dari jabatannya.

Kontroversi bermula ketika Dea mengunggah sejumlah konten yang menampilkan kemewahan, seperti deretan jeriken bahan bakar minyak (BBM), serta dokumentasi perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Unggahan tersebut dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit bagi banyak orang.

Baca juga:

Merespons gelombang kritik yang kian meluas, Dea Arranoya akhirnya mengeluarkan permohonan maaf terbuka. Dalam surat terbuka bermaterai yang dibuat pada 22 Juli 2026, Dea mengakui kesalahan dan menyatakan bahwa tindakannya merupakan bentuk kekhilafan serta ketidakdewasaan dalam bermedia sosial. Ia juga menghapus seluruh unggahan yang memicu polemik.

Berikut pernyataan singkat Dea Arranoya:

“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial. Saya menyadari bahwa tindakan saya dapat menyinggung dan melukai perasaan banyak orang, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit.”

Baca juga:

Dea merupakan mahasiswa profesi dokter hewan di Universitas Syiah Kuala dan juga menempuh pendidikan magister di Universitas Sari Mutiara Indonesia. Nama Dea sebelumnya tidak dikenal luas hingga unggahan-unggahan gaya hidup mewahnya viral dan menjadi bahan perbincangan publik.

Pengunduran diri ayah Dea, dr. Nevirizal, dari jabatan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues dilakukan untuk menjaga integritas institusi pemerintahan setelah kontroversi ini mencuat. Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas dampak negatif yang timbul dari polemik yang melibatkan keluarganya.

Kasus ini menjadi peringatan tentang pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam bermedia sosial, terutama bagi figur publik dan keluarganya, agar tidak menimbulkan kegaduhan yang merugikan banyak pihak.

Baca juga:

Dea Arranoya kini mengaku terpuruk dan berkomitmen untuk memperbaiki sikap serta bertanggung jawab atas kesalahannya kepada masyarakat, khususnya publik di Gayo Lues dan seluruh pengguna media sosial.