Media Kampung – Menjelang Hari Raya Idul Adha, warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, melestarikan tradisi unik dengan menghias dan mengarak kambing kurban sebelum disembelih. Enam ekor kambing tampak berbeda dari biasanya, dihiasi dengan kostum warna-warni, bunga, dan ornamen khas karnaval desa.

Tradisi ini bukan sekadar arak-arakan biasa, melainkan bentuk penghormatan terhadap hewan kurban sekaligus warisan budaya yang dijaga turun temurun. Warga berbondong-bondong mengiringi kambing sambil melantunkan takbir, menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang hangat.

Ribut Santoso, salah seorang warga, menjelaskan bahwa dulunya hewan kurban hanya diberi gantungan ketupat sebagai simbol penghormatan. Kini, tradisi tersebut dikemas lebih meriah agar generasi muda tetap menjaga budaya desa tanpa menghilangkan nilai-nilai lama dari para leluhur.

Meskipun tampil modern dengan kostum karnaval, unsur tradisional tetap dipertahankan, termasuk penggunaan kain putih, bunga, dan “pecok bakal” – sesaji simbolik berisi kopi, beras, gula, pisang, bunga, dan kemenyan. Tradisi ini juga bertujuan menciptakan suasana tenang bagi hewan kurban sebelum disembelih.

Selain sebagai ritual keagamaan, arak-arakan kambing yang dirias ini menjadi momen memperkuat nilai gotong royong dan mempererat hubungan sosial warga Desa Labruk Kidul. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa Idul Adha tidak hanya sekadar ibadah kurban, tetapi juga momentum menjaga tradisi, persaudaraan, dan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.