Media Kampung – Seorang pelajar asal Lumajang, Muhammad Afif Darell Ozora Toga, yang tengah menempuh pendidikan di China, memperkenalkan Air Terjun Tumpak Sewu dalam presentasi budaya di kelas internasional. Langkah spontan ini mendapat apresiasi dari Bupati Lumajang Indah Amperawati yang menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai duta daerah di kancah global.
Dalam presentasinya, Afif menampilkan keindahan air terjun berundak yang berada di antara tebing hijau Lumajang. Para siswa dari berbagai negara menunjukkan kekaguman dan rasa ingin tahu terhadap destinasi wisata tersebut. Momen ini menjadi contoh nyata bagaimana promosi daerah dapat dilakukan secara organik oleh individu di luar forum formal.
Bupati Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, menegaskan bahwa kekuatan promosi daerah tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada narasi yang dibawa oleh masyarakatnya. “Generasi muda adalah bagian penting dari wajah Lumajang di masa depan. Ketika mereka membawa nama daerahnya dengan penuh kebanggaan di ruang internasional, itu menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membangun citra positif Indonesia,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menurut Bunda Indah, semakin banyak generasi muda yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun luar negeri, semakin besar peluang untuk memperluas jangkauan pengenalan potensi daerah secara berkelanjutan. “Ketika generasi muda mencintai daerahnya, mereka akan menjadi penyambung cerita tentang Lumajang di mana pun mereka berada,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa identitas lokal tidak semakin kecil di era keterhubungan global, melainkan dapat menjadi cerita global yang bermakna. Tumpak Sewu tidak hanya hadir sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga simbol bahwa daerah dapat dikenal dunia melalui cara sederhana: cerita, kebanggaan, dan kesadaran identitas yang dibawa warganya sendiri. “Pemuda keren itu mencintai Lumajang dengan memberitakan yang baik tentang Lumajang,” tegas Bunda Indah.
Dari sebuah ruang kelas di China, Lumajang kini hadir dalam percakapan lintas bangsa, membuktikan bahwa ruang kelas internasional bisa menjadi etalase kecil bagi Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan