Media Kampung – PLN memberlakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Sumatera Utara menyusul robohnya 12 tower transmisi akibat cuaca ekstrem. Pemadaman ini berlangsung selama sepekan ke depan dengan durasi 3-4 jam per periode dan berpotensi terjadi satu hingga dua kali sehari.
Lima daerah yang terdampak meliputi Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat. PLN memastikan pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian untuk menjaga kestabilan sistem.
Kerusakan terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026 malam, saat hujan lebat disertai angin kencang melanda Sumut. Sebanyak 12 tower milik PLN dilaporkan rusak parah, memaksa perusahaan melakukan manajemen beban sementara.
Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumut, Darma Saputra, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir diperlukan selama proses pembangunan Tower Emergency di jalur SUTET 275 kV. Pembangunan ditargetkan rampung pada 14 Juni 2026, tergantung kondisi cuaca dan akses lapangan.
Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, menyatakan seluruh personel bekerja 24 jam untuk mempercepat pemulihan. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan dan mengimbau masyarakat memantau informasi melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center 123.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumut, Efron Lumban Gaol, menambahkan bahwa pemadaman bisa terjadi dua kali sehari dengan durasi sekitar tiga jam setiap kali. Pengaturan ini dilakukan secara terukur untuk mencegah gangguan yang lebih luas.
Hingga hari ketiga pasca kerusakan, warga seperti Bagus (25) di Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, masih merasakan dampak pemadaman dua kali dalam sehari. PLN berupaya meminimalkan gangguan dan menargetkan normalisasi pasokan listrik segera setelah tower darurat selesai dibangun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan