Media Kampung, Denpasar Selatan — Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali resmi dimulai. Proyek ini ditargetkan menghasilkan daya listrik sebesar 30 megawatt dan mampu mengolah 1.200 hingga 1.650 ton sampah setiap harinya.
PT PLN telah menandatangani perjanjian jual beli listrik sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut. PSEL Bali merupakan bagian dari rencana nasional pengembangan pembangkit ramah lingkungan di sebelas lokasi di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan proyek ini berjalan. Menurutnya, deregulasi menjadi kunci percepatan penyelesaian masalah sampah. “Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa proyek ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” kata Rosan. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan PSEL dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi.
Gubernur Bali I Wayan Koster menilai pembangunan fasilitas ini memiliki nilai strategis tinggi. “Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat,” ujarnya.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan perseroan dalam menyerap energi listrik hasil pengolahan sampah. “PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat,” ujar Darmawan.
Secara keseluruhan, program nasional ini diproyeksikan mampu menghasilkan total kapasitas listrik mencapai 310,3 megawatt dan mereduksi timbunan sampah sebanyak 14.928 ton setiap hari di seluruh wilayah pengembangan.





















Tinggalkan Balasan