Media Kampung – Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, masih terjadi hingga Jumat (26/6/2026) siang. Kepadatan ini merupakan dampak akumulasi kendaraan sejak Kamis (25/6/2026) setelah arus lalu lintas terganggu akibat kecelakaan truk bermuatan kayu yang terguling di Jembatan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo.

Petugas telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memisahkan jalur kendaraan roda empat kecil (KK) dan kendaraan besar. Kendaraan kecil diarahkan ke gang-gang menuju Terminal Manuver, sementara truk menggunakan jalur utama menuju pelabuhan. Langkah ini diambil untuk mengurai antrean yang mengular hingga keluar area pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa. Menurut Heru, kepadatan juga dipengaruhi terganggunya operasional dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP. Akibatnya, sebagian layanan angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler, sehingga berdampak pada kapasitas pelayanan penyeberangan.

Selain faktor kecelakaan, lonjakan kendaraan dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat setelah libur panjang sekolah. Volume kendaraan yang menyeberang tercatat meningkat sekitar 23 persen dibandingkan hari normal, didominasi kendaraan pribadi roda empat. Kepadatan terjadi dari arah Bali maupun Jawa.

Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat siang mulai menunjukkan perbaikan dengan antrean yang berangsur menyusut. Operasional penyeberangan juga dipengaruhi cuaca di perairan Selat Bali yang berdampak pada layanan kapal. Petugas terus berupaya mengurai kepadatan dengan pola pengaturan lalu lintas yang telah diterapkan sejak dua hari terakhir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.