Media Kampung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengembangkan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, secara bertahap hingga tahun 2029. Rencana ini mencakup peningkatan kapasitas dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, dan pengembangan dermaga baru. Langkah ini diambil untuk menjawab lonjakan mobilitas masyarakat dan logistik di lintas penyeberangan Jawa-Bali yang terus meningkat setiap tahun.

Transformasi Menuju Ekosistem Konektivitas Terpadu

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Ketapang bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan pembangunan ekosistem konektivitas yang terintegrasi. Pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan pada periode Angkutan Lebaran dan liburan sekolah menjadi pelajaran penting bahwa optimalisasi operasional saja tidak lagi mencukupi. “Dibutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan yang mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).

Rencana Pengembangan Bertahap hingga 2029

ASDP telah menyusun rencana pengembangan bertahap yang meliputi:

  • Peningkatan kapasitas sejumlah dermaga secara bertahap mulai tahun ini.
  • Optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area untuk kendaraan logistik.
  • Pembangunan akses penghubung di dalam dan luar kawasan pelabuhan.
  • Pengembangan dermaga baru untuk mendukung operasional jangka panjang.
  • Penataan pola operasi kapal dan pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan.

Semua langkah ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan trafik saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun ke depan.

Dukungan Pemprov Jatim dan Target PSN

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju Bulusan, hingga sinergi lintas pemangku kepentingan. “Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional,” tegas Heru. Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

Dengan pengembangan bertahap ini, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.