Media Kampung – Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, tidak hanya mengganggu sektor pariwisata tetapi juga berdampak serius pada akses layanan kesehatan. Warga di wilayah Kecamatan Wongsorejo, yang membutuhkan rujukan medis darurat, kini kesulitan mencapai fasilitas kesehatan di pusat kota Banyuwangi akibat antrean kendaraan menuju pelabuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga Kamis, 25 Juni 2026, total empat pasien dari Wongsorejo terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Situbondo, bukan ke RSUD Blambangan seperti biasanya. Keputusan ini diambil demi keselamatan pasien agar tidak terlambat mendapatkan penanganan.

Baca juga:

“Biasanya warga yang sakit dirujuk ke RSUD Blambangan, tetapi karena mendapatkan informasi adanya macet parah, para pasien langsung diarahkan ke Situbondo,” ujar Amir. Empat pasien tersebut menderita penyakit yang membutuhkan penanganan spesialis. Jika dirujuk ke RSUD Blambangan, waktu tempuh perjalanan tidak bisa dipastikan sehingga dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan pasien.

Mayoritas pasien yang dialihkan berasal dari wilayah perbatasan dan sebelumnya dirawat di Puskesmas Bajulmati. Mereka dievakuasi menggunakan ambulans. Satu pasien lainnya, warga Situbondo yang dirawat di Puskesmas Wongsorejo, melakukan rujukan secara mandiri ke rumah sakit di Situbondo.

Baca juga:

Amir menyebut proses pengalihan rujukan ini relatif lancar karena status kepesertaan jaminan kesehatan para pasien aktif. “Para pasien adalah peserta BPJS, sehingga mereka bisa langsung ditangani oleh rumah sakit alternatif terdekat yang bekerja sama,” jelasnya.

Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang diperparah oleh liburan sekolah yang meningkatkan volume kendaraan menuju Bali. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kemacetan tidak hanya bersifat transportasi, tetapi juga mengancam akses vital masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.