Media Kampung, Banyuwangi – Air Sungai Sobo di Kelurahan Sobo, Banyuwangi, mengalami perubahan warna mendadak menjadi hijau pada Selasa, 4 Agustus 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian warga dan viral di media sosial setelah rekaman video menunjukkan perubahan warna air sungai yang terjadi secara tiba-tiba.
Pada pagi hari, air Sungai Sobo masih tampak berwarna kecokelatan seperti biasa. Namun sekitar pukul 10.00 WIB, air sungai tersebut telah berubah menjadi hijau. Menanggapi laporan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi melalui tim Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan (Wasdal) segera melakukan penelusuran pada Selasa sore di lokasi kejadian.
Penelusuran DLH Banyuwangi
Plt. Kepala DLH Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menyampaikan tim Wasdal menyusuri aliran Sungai Sobo dari hulu hingga hilir. Saat tim tiba di lokasi, warna hijau pada air sungai sudah tidak terlihat lagi dan kondisi air telah kembali normal. Pengambilan sampel air hanya dilakukan pada kondisi air yang sudah jernih tersebut.
Dalam penelusuran sementara ditemukan adanya jalur perpipaan yang mengarah ke Sungai Sobo, yang diduga menjadi titik pembuangan yang menyebabkan perubahan warna air. Namun, DLH masih belum dapat memastikan sumber pencemaran tersebut dan terus melakukan investigasi lebih lanjut.
Dugaan Sumber Pencemaran
Menurut Bayu, warna hijau yang muncul kemungkinan berasal dari pembuangan zat pewarna atau sejenisnya. Di sekitar lokasi terdapat beberapa jenis usaha yang sedang ditelusuri untuk mengetahui apakah ada hubungan dengan perubahan warna air sungai. DLH juga telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan setempat untuk mendukung proses identifikasi sumber pencemaran.
Kondisi dan Pengawasan
Kejadian perubahan warna air Sungai Sobo ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, DLH Banyuwangi berkomitmen untuk terus memantau titik-titik yang diduga menjadi lokasi potensi pencemaran guna mencegah dampak lebih lanjut terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Perubahan warna air sungai yang mendadak ini menjadi perhatian penting karena dapat mengindikasikan adanya pencemaran lingkungan yang berpotensi merugikan ekosistem dan kesehatan masyarakat. Upaya penelusuran dan pengawasan dari DLH diharapkan dapat segera menemukan akar permasalahan dan mengambil langkah mitigasi yang tepat.















Tinggalkan Balasan