Media Kampung, Medan – Ledakan keras mengguncang Kompleks Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7/2026) sore. Insiden yang diduga disebabkan kebocoran pipa gas bawah tanah ini mengakibatkan empat orang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan ledakan berasal dari rumah nomor 3B. Akibatnya, enam hingga tujuh rumah di sekitarnya ikut rusak akibat serpihan bangunan. “Sumbernya dari rumah nomor 3B. Namun, ada sekitar enam sampai tujuh rumah yang terdampak karena posisinya berada tepat di depan rumah yang roboh,” ujarnya di lokasi.
Kronologi dan Evakuasi
Seorang saksi mata bernama Ali, yang bekerja sebagai tukang bangunan di sekitar lokasi, menggambarkan ledakan sangat kuat. “Getarannya besar, asbes pada hancur semua,” katanya. Ia menambahkan bahwa sejumlah bagian bangunan roboh dan terdapat korban.
Tim gabungan dari Brimob Polda Sumatera Utara, termasuk Tim Penjinak Bom (Jibom), Tim Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana, dan Tim Search and Rescue (SAR), segera dikerahkan ke lokasi. Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu menjelaskan, “Kami mengerahkan puluhan personel… untuk mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.” Tim Jibom melakukan sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh untuk mencegah ancaman lanjutan, sementara Tim KBR mendeteksi kemungkinan paparan berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, dua orang telah berhasil dievakuasi: seorang pria dewasa (orang tua pemilik rumah) dan seorang balita yang kini dirawat di rumah sakit. Empat orang lainnya masih diduga terjebak, termasuk istri pemilik rumah dan tiga asisten rumah tangga (ART). “Mohon waktu, teman-teman, kita bersabar karena proses evakuasi masih berlangsung,” kata Kapolrestabes. Alat berat telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
Penyebab Ledakan
Berdasarkan investigasi awal, ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas tanam (bawah tanah). Kapolrestabes Medan menyatakan, “Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah.” Dugaan ini diperkuat oleh deteksi alat pendeteksi gas petugas di lokasi. “Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ,” tambahnya. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur gas bawah tanah di kawasan pemukiman. Warga diimbau untuk waspada dan segera melaporkan jika mencium bau gas atau mendengar suara mendesis dari pipa.














Tinggalkan Balasan