Media Kampung – Momen libur sekolah tahun ini membawa berkah bagi pedagang ikan asap di Plaza Ikan Tuban. Meski cuaca ekstrem membuat nelayan setempat tak bisa melaut dan pasokan ikan segar menurun drastis, para penjual justru menikmati peningkatan omzet. Tingginya kunjungan wisatawan lokal dan pemudik yang singgah menjadi motor utama perputaran ekonomi di pusat oleh-oleh khas pesisir tersebut.
Salah satu pedagang, Ika, mengungkapkan bahwa mereka memiliki strategi untuk menjaga kelancaran usaha di tengah paceklik. Sejak lama, para pedagang menggunakan stok ikan frozen (beku) berkualitas sebagai bahan baku utama pembuatan ikan asap. “Alhamdulillah, meski sedang paceklik dan nelayan tidak melaut, stok ikan frozen kami masih aman. Jadi, produksi ikan asap tetap berjalan normal dan penjualan tetap lancar,” ujarnya, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Ika, penggunaan ikan frozen tidak mengurangi cita rasa khas ikan asap Tuban. Proses pengasapan tradisional membuat kualitas produk tetap terjaga. Para pedagang berharap kondisi ini terus bertahan hingga masa liburan berakhir. Di tengah tantangan iklim dan fluktuasi pasokan, peningkatan jumlah pembeli menjadi harapan bagi mereka.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Faisol Rozi, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem telah memaksa mayoritas nelayan menghentikan aktivitas melaut selama dua pekan terakhir. “Sudah dua minggu ini tidak ada nelayan yang melaut, karena cuaca buruk. Yang melaut mayoritas yang muda-muda, itupun hasil tangkapannya sedikit. Jadi tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana para pedagang ikan asap Tuban mampu beradaptasi di tengah keterbatasan pasokan ikan segar, memanfaatkan stok ikan frozen untuk tetap memenuhi permintaan wisatawan yang datang saat liburan.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan