Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun mencatat progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai sekitar 25 persen dari total sasaran per 30 Juni 2026. Pendataan lapangan secara door-to-door sudah berjalan dua pekan sejak dimulai pada 15 Juni 2026.
Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menyatakan bahwa pendataan door-to-door akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. “Posisi sampai dengan 30 Juni, seharusnya sudah 25 persen dari total prelist yang ada di kami. Jadi, insyaallah door-to-door-nya itu sudah seperempatnya. Sisanya akan kami kerjakan di bulan Juli dan sampai dengan 31 Agustus 2026,” ujar Wisma, 30 Juni 2026.
Untuk mendukung sensus ini, BPS Kabupaten Madiun menerjunkan sekitar 800 petugas secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Meskipun menghadapi sejumlah kendala di lapangan, Wisma mengatakan hasil pemantauan melalui dashboard BPS menunjukkan progres pendataan tetap berjalan baik. “Insyaallah semua petugas kami progresnya sudah bagus, kalau saya lihat di dashboard-nya,” lanjutnya.
Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menghasilkan data sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, tetapi juga memotret perubahan aktivitas ekonomi masyarakat selama satu dekade terakhir. Perubahan tersebut antara lain berkembangnya transaksi digital, penggunaan layanan transportasi berbasis aplikasi, hingga munculnya mata pencaharian baru seperti konten kreator dan pelaku affiliate.
Wisma berharap masyarakat berpartisipasi aktif dengan menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci agar data yang dihasilkan akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan